Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BARESKRIM Polri terus mengusut sindikat scam atau penipuan online modus lowongan kerja (loker) paruh waktu jaringan internasional di Dubai. Diketahui, 68 warga dari empat negara menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang dijadikan sebagai scammer atau penipu.
Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji menyampaikan pelaku melakukan aksi penipuan terhadap korban di media sosial Telegram dan WhatsApp. Para pelaku menjanjikan korban bisa bekerja di Dubai.
"Korban ditawari pekerjaan sebagai pekerja kantor yang berhubungan dengan komputer di luar negeri dengan gaji 3.500 dirham atau sebesar Rp15 juta per bulan," kata Himawan kepada wartawan, Rabu (17/7).
Baca juga : Polisi Buru 4 DPO Kasus Penipuan Online Jaringan Internasional Berkedok Loker Paruh Waktu
Total 68 orang korban TPPO itu berasal dari Indonesia, Tiongkok, India, dan Thailand. Mereka tergiur dengan tawaran pelaku dan diberangkatkan ke Dubai.
"WNI sebanyak 17 orang, WN Thailand 10 orang, WN Tiongkok 21 orang, dan WN India 20 orang (menjadi korban TPPO)," jelas Himawan.
Para korban merasa dijebak oleh sindikat yang dipimpin warga Tiongkok, ZS. Pasalnya, mereka dijanjikan sebagai pekerja kantoran di Dubai. Namun, malah berkerja sebagai operator penipuan melalui media sosial.
Baca juga : 3 Tersangka Penipuan Online Modus Kerja Part Time Ditangkap
"Di-briefing di lokasi bahwa tugas operator adalah mencari korban WNI dengan teknik social engineering. Teknik social engineering artinya dia mem-blasting link website kemudian mempelajari pola-polanya untuk menawarkan investasi ataupun pekerjaan paruh waktu dengan hasil yang direkayasa sehingga korban mendapatkan untung atau komisi," ungkap Himawan.
Himawan menyebut para korban TPPO yang dijadikan scammer dalam sindikat itu mayoritas memiliki kemampuan di bidang informatika. Keahlian ini yang menjadi salah satu pertimbangan para korban menerima tawaran pelaku.
"Mereka mampu mengoperasionalkan komputer, pernah belajar tentang ilmu komputer dan hal-hal yang berkaitan dengan ilmu informatika. Sehingga, itu menjadi salah satu dasar mereka bisa diterima di sana," ucap jenderal bintang satu itu.
Baca juga : Penipuan Online Berkedok Kerja Paruh Waktu Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Kerugian Rp35,4 Miliar
Sepekan bekerja, Himawan menyebut para WNI yang menjadi korban TPPO tersebut melarikan diri karena merasa terancam dan tertipu. Sebab, pekerjaan yang dijanjikan tidak sesuai dengan kenyataan, malah melakukan kejahatan.
Total ada empat orang yang ditetapkan tersangka dalam kasus penipuan jaringan internasional ini. Selain WN Tiongkok ZS selaku pimpinan, Polri juga menangkap tiga warga Indonesia inisial NSS, H, dan M yang membantu ZS.
Dari bisnis ilegal ini, ZS bersama sindikatnya berhasil meraup untuk kurang lebih Rp1,5 triliun. Hasil itu berdasarkan bisnis penipuan dari empat negara yakni, Indonesia Rp59 miliar, India Rp1,077 triliun, Tiongkok Rp91 miliar, dan Thailand Rp288 miliar.
Polisi dipastikan akan terus mengusut sindikat ini. Terutama melacak aset para pelaku yang berada di luar negeri. (P-5)
Pengguna Instagram di berbagai negara melaporkan lonjakan notifikasi reset kata sandi yang tidak diminta. Diduga terkait kebocoran data dan maraknya upaya phishing serta pembajakan akun.
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi digital, risiko kejahatan siber seperti penipuan online, phishing, dan penyalahgunaan identitas juga kian berkembang.
Pemerintah dorong wacana sertifikasi influencer, namun DPR menilai isu yang lebih mendesak adalah penipuan online, akun anonim, dan kebocoran data pengguna
SATUAN Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, terpaksa menghentikan operasional mereka.
Sebuah riset terbaru mengungkap fakta mengejutkan: iPhone dinilai lebih rentan terhadap ancaman digital dibandingkan Android.
Platform yang paling banyak digunakan untuk melakukan penipuan adalah Whatsapp.
Barang bukti yang disita itu terdiri dari 12 kg sabu, sebuah truk pengangkut buah jeruk, dan dua jerigen warna biru.
Bareskrim Polri mengungkap kejahatan pembobolan rekening dormant Bank milik pemerintah di Jawa Barat senilai Rp204 miliar
Lakso meyakini pemerasan di Kemenaker sudah menjadi sindikat. Karenanya, penuntasan perkara penting, untuk menghilangkan sindikasi itu.
Polri berhasil menggagalkan pengiriman 207 batang timah ilegal senilai Rp1,7 miliar yang hendak diselundupkan ke Korea Selatan.
POLISI mengungkap modus operandi peredaran narkoba jaringan internasional dengan barang bukti 207 kilogram sabu dan 60 ribu butir ekstasi senilai Rp418 miliar.
Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri berhasil membongkar sindikat perjudian daring melalui situs Slot8278 yang beroperasi dari Tiongkok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved