Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAWATAN luka adalah keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh semua orang, terutama bagi para guru dan orangtua. Melalui edukasi yang tepat, kita dapat memastikan bahwa luka kecil tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Ulul Albab menyatakan,edukasi tentang perawatan luka sejak dini perlu diberikan kepada anak, guru hingga orang tua.
"Pada dasarnya sangat penting untuk peran guru dan orang tua dalam usaha edukasi perawatan luka, dapat dimulai dengan pengenalan luka yang dapat dirawat sendiri, lalu dilanjutkan dengan cara rawat luka dan proses penyembuhan luka bila dirawat dengan baik," ujar Ulul di Jakarta Selatan, Kamis (11/7).
Baca juga : SoLeLands Platform Edukasi Anak Berbasis Gim Video
Ulul menegaskan, perawatan luka sebenarnya sederhana dan bisa dilakukan dalam tiga langkah, yaitu bersihkan, lindungi, dan sembuhkan. Bila terjadi luka, selalu ingat untuk bersihkan luka dengan cairan antiseptik supaya tidak infeksi. Kemudian lindungi luka dengan plester luka, dan terakhir bila diperlukan penyembuhan yang lebih cepat, bisa menggunakan salep luka. “Langkah pertama dalam perawatan luka adalah membersihkan luka untuk mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan,” ucap dia.
Setelah luka dibersihkan, langkah selanjutnya adalah melindungi luka dari kotoran dan bakteri. Tahap akhir adalah menyembuhkan luka dengan memastikan luka tetap lembab. Penggunaan salep luka secara rutin dapat mempercepat penyembuhan hingga dua kali lebih cepat dan mengurangi risiko bekas luka. “Dengan memahami langkah-langkah sederhana namun efektif ini, kita dapat memastikan bahwa luka mendapatkan perawatan yang tepat sehingga mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Senior Brand Manager Healthcare PT Beiersdorf Indonesia Yosephine Caroline mengungkapkan, sebagai brand perawatan luka nomor 1 di Indonesia, Hansaplast berkomitmen untuk menyiarkan edukasi terkait dengan perawatan luka bagi masyarakat.
Baca juga : Perlukah ‘Punishment’ jika Anak tidak Masuk Ranking 10 Besar saat Terima Rapor? Bagaimana Cara Menyikapinya?
Dalam hal ini, Hansaplast berinovasi dalam mengedukasi anak Indonesia melalui program Anak Siaga Tanggap Rawat Luka. Program ini merupakan rangkaian edukasi mengenai pertolongan pertama pada luka yang bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menjangkau 50.000 anak usia sekolah di 250 SD di 5 provinsi Indonesia.
“Jumlah anak yang diedukasi tahun 2024 ini meningkat lebih dari 10x dibandingkan tahun 2024. Selain itu, Hansaplast juga melaksanakan beberapa Social Mission dengan mengadakan edukasi Anak Siaga Tanggap Rawat Luka melalui sosial media,” ucap dia.
Edukasi dilaksanakan di 5 Provinsi, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatra Utara, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur. Selain IDI, Dinas Pendidikan juga akan turut serta memberikan edukasi ke sekolah-sekolah terpilih. (Ata/Z-7)
antara niat baik kebijakan dan keterbatasan struktur. Di titik inilah kesejahteraan guru non-ASN menjadi cermin cara negara mengelola tanggung jawabnya sendiri.
FOKUS pemerintah terhadap dunia pendidikan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kepada guru saat ini sangat luar biasa
Sulianto Indria Putra, melalui komunitas TWS, menginisiasi bantuan finansial dan dukungan materi yang dirancang untuk bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup bagi para guru tersebut.
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
Dengan 98.036 Guru lulus PPG Batch 4, total guru binaan Kemenag yang telah tersertifikasi hingga saat ini mencapai 659.157 Guru.
Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Saat ini, banyak platform telah menyediakan fitur kendali orangtua (parental control), namun belum semua orangtua memahami cara mengoperasikannya.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Keistimewaan yang didapat oleh anak sulung perempuan sering kali muncul dalam bentuk pemberian otonomi yang lebih besar.
Pendampingan orangtua selama film berlangsung sangatlah krusial untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada anak.
Menyaksikan tontonan yang tidak sesuai klasifikasi usia merupakan ancaman nyata bagi tumbuh kembang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved