Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
PADA setiap akhir semester, saat rapor anak-anak diterbitkan, kecenderungan orangtua untuk memberikan penghargaan atau hukuman terhadap prestasi akademis anak sering kali menjadi perdebatan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah anak perlu diberikan punishment jika mereka tidak masuk ke dalam 10 besar dalam kelasnya.
Bagi beberapa orangtua mungkin setuju dengan hukuman atau sanksi yang harus diberikan apda anak jika tidak masuk sepuluh besar. Hal itu bisa menjadi cara untuk mendorong anak-anak agar lebih bersemangat dan berusaha lebih keras dalam belajar.
Mereka percaya bahwa dengan menetapkan standar yang tinggi dan memberikan konsekuensi bagi ketidakberhasilan, anak-anak akan belajar menghargai pentingnya usaha dan prestasi. Penerapan punishment juga dianggap dapat membantu menciptakan struktur dan disiplin dalam kehidupan belajar anak-anak. Hal ini bisa mencakup misalnya, waktu tambahan untuk belajar, larangan menggunakan perangkat elektronik, atau tugas tambahan untuk memperbaiki pemahaman materi.
Baca juga : Pendidikan Karakter Ditularkan melalui Contoh Nyata dari Orangtua dan Guru kepada Anak
Namun, banyak juga orangtua yang tidak setuju dengan adanya punishment. Sebagian orangtua mungkin merasa pujian dan dukungan yang tulus seringkali lebih efektif dalam membangkitkan semangat belajar daripada hukuman. Ini membantu membangun rasa percaya diri anak dan mengajarkan mereka bahwa belajar adalah proses yang berkelanjutan.
Pemberian hukuman bisa saja dianggap dapat menciptakan stres tambahan pada anak-anak dan menimbulkan perasaan tidak berharga jika mereka tidak mencapai target tertentu. Ini bisa mengarah pada pengalaman negatif terhadap belajar dan rendahnya motivasi secara keseluruhan.
Banyak orangtua juga yang memilih untuk fokus pada perkembangan pribadi dan kemajuan anak daripada hanya pada peringkat akademis. Setiap anak memiliki kecepatan dan kemampuan belajar yang berbeda, dan mereka harus dipertimbangkan secara individual.
Baca juga : Orangtua Diingatkan Bekali Anak Kemampuan Lindungi Diri dari Perundungan
Daripada menggunakan punishment sebagai satu-satunya cara untuk merespons ketidakmampuan anak mencapai peringkat tertentu, ada beberapa pendekatan yang lebih membangun dan konstruktif yang dapat dilakukan orangtua:
Meskipun sebagai orangtua ingin mengatasi nilai buruk yang terjadi, luangkan waktu sejenak untuk menenangkan diri jika Anda merasa marah. Anak Anda sudah tahu bahwa nilainya buruk. Mengidentifikasi akar masalah adalah percakapan paling penting yang dapat Anda lakukan saat menerima rapor.
Mengajukan pertanyaan dan membiarkan anak Anda yang berbicara akan menempatkan Anda dan anak Anda pada jalur dalan mencari tahu apa yang dapat dilakukan untuk membantu sang anak mendapatkan nilai yang lebih baik.
Baca juga : SoLeLands Platform Edukasi Anak Berbasis Gim Video
Sebagai orangtua pasti kita ingin tahu mengapa anak tidak mendapatkan peringkat 10 besar di sekolah. Oleh karena itu, ajukanlah pertanyaan dengan berhati-hati. Biarkan anak Anda menjelaskan apa yang terjadi dan apa yang akan mereka lakukan secara berbeda di masa depan.
Dengan mendengarkan, Anda akan membuka kesempatan bagi mereka untuk mengarahkan Anda ke arah masalahnya. Bersama-sama, Anda akan menemukan solusinya.
Dukunglah sekolah, apa pun tingkat pendidikannya. Jika Anda menjadikan pembelajaran menyenangkan, anak akan melakukan yang terbaik karena mereka senang belajar. Itu adalah motivator jangka panjang yang jauh lebih baik daripada rasa takut akan hukuman.
Guru anak Anda dapat menjadi sumber daya yang paling berharga dalam menyiapkan anak Anda untuk sukses. Nasihat atau masukan dari guru dapat memberikan pencerahan berharga mengenai apakah diperlukan bantuan lebih lanjut atau apakah anak Anda mungkin memiliki tanda-tanda ketidakmampuan belajar.
Mereka juga akan memberi Anda wawasan tentang gaya mengajar dan sistem penilaian mereka sehingga Anda memiliki pemahaman yang lebih baik tentang apa yang diharapkan di kelas. Selain itu, mereka dapat memberi Anda sumber daya untuk bimbingan belajar dan tips tentang cara membantu anak Anda memahami materi. Ingatlah bahwa ini adalah upaya tim dan guru guna untuk membantu. (Z-7)
Sebelumnya, Pengadilan Tinggi Jakarta menguatkan vonis Karen dalam persidangan banding. Vonis penjara 9 tahun untuknya diperkuat.
Deddy Corbuzier mengkritik keluhan-keluhan anak tentang menu Makan Bergizi Gratis. Ia menganggap anak-anak perlu bersyukur karena diberikan makanan secara cuma-cuma.
Penelitian menunjukkan bahwa hukuman fisik dapat menyebabkan dampak negatif baik secara fisik maupun psikologis.
MAS tidak ditahan. Dia dititipkan di rumah aman Kementerian Sosial (Kemensos), karena statusnya masih anak di bawah umur.
Hamas menganggap undang-undang baru yang disahkan oleh parlemen Zionis Israel, Knesset, soal hukuman penjara bagi anak-anak menambah bukti bahwa betapa rasis perilaku rezim Israel.
Sebelumnya, MA membatalkan putusan bebas Ronald Tannur dengan menjatuhkan hukuman lima tahun penjara. Hukuman tersebut dinilai terlalu ringan.
Aktris Bedu, meraih penghargaan sebagai Artis Peduli Zakat dalam ajang Baznas Awards 2025 di Jakarta, Kamis (28/8).
Baznas (Bazis) DKI Jakarta menegaskan perannya sebagai lembaga amil zakat yang profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Tito Karnavian di Jakarta, Kamis malam.
Coats Group, produsen benang dan komponen struktur untuk industri pakaian dan alas kaki, berhasil masuk ke daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia 2025 versi Great Place To Work.
PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI) kembali mencatatkan prestasi membanggakan.
Tokoh masyarakat Kalsel almarhum H Abdussamad Sulaiman HB mendapat Bintang Mahaputera Pratama bertepatan dengan peringatan Hut ke-80 RI.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved