Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI negara dengan biodiversitas yang sangat tinggi, Indonesia memiliki beragam produk pertanian hingga perkebunan yang unik. Bumi Indonesia juga kaya akan budaya yang membuatnya menarik dan berciri khas.
Dengan keunggulan itu, pemerintah memandang bahwa dua keistimewaan yang dimiliki Indonesia dinilai akan mengantarkan kemajuan ekonomi nasional dari daerah.
Langkah pemajuan itu dimulai salah satunya dengan menemukan potensi produk indikasi geografis daerah. Deputi Riset dan Inovasi Daerah Yopi menjelaskan tugas tersebut dilakukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida). Badan tersebut merupakan hasil sinergi Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan pemerintah daerah.
Baca juga : Tingkatkan Kesadaran Kekayaan Intelektual
“Kami berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk memperkuat penelitian dan pengembangan dari berbagai perangkat daerah. Dengan Undang-Undang Otonomi Daerah, bapak, ibu punya kewenangan melakukan riset untuk pemajuan iptek,” terang Yopi pada Forum Indikasi Geografis Nasional, kemarin, di Shangri-La Hotel, Jakarta.
Dari 550 pemerintah daerah di Indonesia, 37 pemerintah provinsi dan 471 pemerintah kabupaten/kota telah memiliki Brida. Lembaga itu bisa dimanfaatkan asosiasi produsen dari produk indikasi geografis untuk membuktikan kekhasan produknya sehingga lolos sebagai indikasi geografis terdaftar.
“Kami memberikan fasilitasi penguatan kelembagaan, konsultasi, bimbingan teknis, dan kajian untuk para pemangku kepentingan, baik di pusat maupun daerah, agar lebih banyak lagi potensi produk indikasi geografis yang terdaftar,” ucap Yopi.
Baca juga : Kekayaan Intelektual Berpotensi Dongkrak Ekonomi Nasional
Meski begitu, tim Ahli Indikasi Geografis Surip Mawardi justru menerangkan bahwa pendaftaran produk sebagai indikasi geografis saja tidak cukup. Para produsen atau biasanya disebut masyarakat perlindungan indikasi geografis (MPIG) harus melakukan upaya peningkatan nilai produknya.
“Ada beberapa strategi dimulai dari memperkuat organisasi MPIG, menerapkan sistem jaminan mutu, memperbanyak barang siap konsumsi, membuat diversifikasi produk, sampai membuat promosi serta layanan yang baik. Jangan lupa, bangun aliansi bisnis strategis, misalnya dengan co-branding dengan merek yang sudah ternama,” ujar Surip.
Surip menambahkan bahwa poin mempersiapkan lebih banyak produk siap konsumsi karena kebanyakan produk indikasi geografis dalam negeri berupa perkebunan dan pertanian, utamanya kopi. Sekitar 37% atau 43 produk indikasi geografis dari 135 produk merupakan komoditas kopi.
Baca juga : Menkumham Lantik Majelis Pengawas Konsultan Kekayaan Intelektual
Ketua MPIG Muhammad Khodim menyampaikan Kakao Berau telah membuktikan pentingnya bersinergi dengan banyak pihak termasuk pemerintah daerah hingga sektor perbankan. Kakao Berau saat ini telah berhasil berekspansi ke Italia, Inggris, Belanda, Australia, dan Jepang.
“Kami bekerja sama dengan bank untuk mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR) dan berkat rekomendasi dari MPIG yang kuat, KUR bisa cair bahkan dalam dua hari,” ungkap Khodim.
MPIG Kakao Berau juga telah menggunakan sistem penelusuran mutu produk melalui situs KoltiTrace. Dengan sistem itu, MPIG dapat memastikan produk yang diterima konsumen memiliki kualitas yang tinggi.
Baca juga : InaRI Expo 2024 jadi Cara BRIN Mendorong Komersialisasi Riset dan Inovasi
Khodim berpesan untuk seluruh masyarakat daerah agar terus memanfaatkan kesempatan dan peluang yang ada. Perjuangan menyukseskan produk indikasi geografis akan berhasil asalkan tetap gigih.
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham Min Usihen mengatakan kegiatan Forum IG Nasional, Temu Bisnis, Apresiasi Insan Kekayaan Intelektual 2024 dan ajang KI Expo merupakan puncak dari rangkaian peringatan Hari KI Sedunia 2024 yang sudah dimulai sejak 26 April lalu.
“Kegiatan forum ini dimaksudkan untuk membangun komitmen bersama untuk mendukung tahun 2024 sebagai tahun indikasi geografis (IG), juga memperkenalkan produk-produk IG terdaftar, baik IG Nasional maupun IG Uni Eropa,” kata Min seperti dikutip dari laman Kemenkumham.
Selain itu, ujar Min, pada pertemuan itu dilakukan diskusi isu-isu terkini, permasalahan, kebijakan, dan hal-hal teknis lainnya terkait IG dan paten. “Yang tak kalah pentingnya adalah forum ini juga mempertemukan inventor dan investor,” ucap Min.
Pada acara tersebut juga dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Direktorat Jenderal (Ditjen) KI serta Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan tentang Pembinaan dan Pelindungan Merek dan IG dalam rangka Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, lalu dengan Sekretariat Utama Perpustakaan Nasional tentang Pengembangan, Pemanfaatan dan Optimalisasi Perpustakaan di Bidang KI. (Ant/X-10)
DJKI Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melakukan Ekspos dan Pemusnahan Barang Bukti Hasil Penanganan Pelanggaran Kekayaan Intelektual.
DJKI dan Uni Eropa melalui EUIPO gelar workshop bahas tantangan penegakan hukum kekayaan intelektual di pasar fisik dan daring untuk wujudkan perdagangan sehat.
DJKI Kemenkumham rekomendasikan 41 situs ditutup karena terbukti langgar hak cipta. Langkah ini perkuat perlindungan karya kreatif di ranah digital.
Pemerintah Indonesia ajukan proposal hukum internasional ke WIPO untuk tata kelola royalti dan publisher right demi ekosistem musik dan media yang lebih adil.
Baleg DPR RI bersama Kemenkumham dan PPUU DPD RI menetapkan Prolegnas Prioritas 2025–2026 dengan total 67 RUU.
Baleg DPR RI bersama Kemenkumham dan PPUU DPD RI resmi menetapkan Prolegnas Prioritas 2026 dengan 67 RUU.
Di luar kendala administratif, tantangan terbesar bagi partai pendatang baru adalah segmentasi pemilih yang sudah terkunci pada partai-partai lama.
PRESIDEN Prabowo Subianto menambah dana riset pada 2026 hingga Rp12 triliun. Hal itu disampaikan saat pertemuan dengan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor, presiden minta kerja sama dengan BRIN
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan kesiapan riset dan inovasi Giant Sea Wall untuk mengatasi banjir rob dan penurunan tanah di Pantura Jawa.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Proyeksi hingga 2040 menunjukkan Sumatera menjadi wilayah paling rawan terhadap cuaca ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved