Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) disebut akan memberikan kejutan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep saat ditemui di DPP PSI Jakarta mengatakan pernyataan tersebut sebagai respons atas peluangnya maju di Pilkada DKI Jakarta.
"Sudah saya sampaikan tunggu kejutannya nanti di bulan Agustus," ujarnya, Jumat (7/6).
Dia meminta publik untuk bersabar menanti kepastian partai politik ini menyorong kadernya maju dalam Pilgub DKI Jakarta.
Baca juga : KPU Lakukan Harmonisasi PKPU Baru di Tengah Putusan MA
"Masih lama, pendaftarannya kan masih bulan Agustus, akhir agustus, sabar," imbuhnya.
Kaesang juga menyampaikan sekaligus menepis terkait pernyataan Ketum PAN Zulkifli Hasan yang menyampaikan keinginan orang tua Kaesang, presiden Joko Widodo agar putra bungsunya itu tidak ikut berlaga di pilkada.
"Itu kan ceritanya Pak Zulhas kan? Sudah dengar versi cerita saya belum? Rahasia," ucapnya.
Saat ditanya tentang kader PSI Batam yang ditangkap karena narkoba, Kaesang tidak mau menanggapi. (Sru/Z-7)
PSI menyadari bahwa loyalitas terhadap figur tidak serta-merta bertransformasi menjadi dukungan terhadap partai politik secara otomatis.
KETUA Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menegaskan bahwa target utama partainya pada Pemilu 2029 ialah lolos ke DPR RI atau Senayan.
MENTERI Hukum, Supratman Andi Agtas menyerahkan surat keputusan (SK) pengesahan kepengurusan baru Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Supratman enggan menjelaskan sosok berinisial J
KETUA Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep bakal jajaran pengurus baru di The Club Djakarta Theater pada Jumat, (26/9) malam.
PSI resmi mengganti logo dari yang awalnya bunga mawar menjadi gajah. Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menjelaskan, gajah merupakan simbol kekuatan dan kecerdasan.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkap bahwa ia mendapat surat dari Raja Charles III yang merupakan salah satu pembina World Wide Fund for Nature (WWF).
Pilkada tak langsung bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Peneliti BRIN Siti Zuhro, yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan pembahasan pilkada tidak langsung tidak hanya berkaitan dengan mahalnya biaya politik.
Pelaksanaan Pilkada langsung masih diwarnai berbagai praktik curang, termasuk politik uang.
Selama korupsi kepala daerah hanya dipandang sebagai kasus sporadis tanpa menyentuh akar permasalahan, praktik lancung ini akan terus berulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved