Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM Rapat Koordinasi Evaluasi tim Percepatan Penurunan Stunting, Wakil Presiden Ma’ruf Amin khawatir target penurunan stunting tidak terpenuhi karena hasil survei kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 21,5%, atau hanya turun 0,1% dari 2022.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan bahwa data tersebut belum valid dan para kepala pemerintah daerah yang datang dalam rapat tersebut juga keberatan dengan survei tersebut.
“Saya juga ikut rapat tadi dan angka survei belum kita launching secara resmi karena para gubernur juge enggak terima angka ini karena mereka punya angka yang jauh berbeda. Contoh Banten di bawah 10% dan turun (prevalensi stunting-nya). Tapi hasil survei Kemenkes 24%. Padahal dari Gubernur Banten berbeda. Jadi belum matching datanya,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Selasa (19/3).
Baca juga : Jateng Optimistis Turunkan Angka Stunting sesuai Target
Lebih lanjut, Hasto menggambarkan bahwa survei tersebut bagaikan quick count sementara real count belum diketahui secara pasti. Maka dari itu, pemerintah akan mengumpulkan data dari seluruh Indonesia pada April 2024 dan pada Mei 2024 diharapkan data riil terkait dengan prevalensi stunting di Indonesia akan diketahui kebenarannya.
“Karena survei kan hanya sampel. Makanya hasil rapat itu belum diyakini angkanya dan akan kita review. Jadi tidak sesuai datanya. Angka yang sangat kontroversi sekali. Kalau lihat dari data real count itu enggak mungkin turunnya hanya 0,1%. Tanya Mendagri pasti berbeda itu. Banten dan Sumatra Utara jauh di bawah 10% dan ini mereka merasa enggak cocok. Semua merasa enggak sesuai sedangkan mereka semua sudah bekerja keras,” tegas Hasto.
“Makanya Pak Wapres berikan arahan untuk dikaji lagi dan diklarifikasikan dengan data dari pemerintah daerah. Mestinya Mei 2024 sudah penimbangan selesai data dan lebih 95% sudah masuk by name by address,” sambungnya.
Baca juga : Tengkes di DIY Turun 5% dalam Empat Tahun
Terpisah, Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher menyatakan bahwa inflasi yang tidak terkendali dapat berdampak serius pada akses masyarakat terhadap pangan bergizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak sehingga hal ini akan berdampak pada angka prevalensi stunting.
"Peningkatan inflasi dapat mengakibatkan penurunan daya beli masyarakat terhadap bahan pangan. Jika pangan sumber protein dan zat gizi lainnya mahal, tentunya banyak keluarga yang berisiko tidak mampu menyiapkan makanan bergizi untuk anak-anaknya. Hal ini dapat berdampak pada peningkatan risiko stunting. Pemerintah harus mengambil langkah-langkah efektif untuk mengendalikan inflasi," kata Netty.
Menurutnya, kampanye penurunan stunting yang sudah dilakukan dengan gencar dan terus menerus harus diimbangi dengan kemampuan pemerintah menyediakan sumber pangan bergizi yang mudah dan murah.
Baca juga : Gotong Royong Salah Satu Kunci Tangani Stunting
“Jangan sampai kampanye penurunan stunting hancur berantakan dan tidak ada maknanya karena masyarakat sulit mengakses sumber bahan pangan untuk kesehatan remaja, ibu hamil dan menyusui," tegasnya.
Oleh sebab itu, pemerintah dikatakan perlu mengambil langkah-langkah konkret dalam mengatasi masalah stunting guna memastikan pertumbuhan dan perkembangan optimal generasi muda Indonesia.
“Pengendalian inflasi untuk ketersediaan pangan mudah dan murah adalah salah satu PR yang harus dipikirkan pemerintah agar risiko peningkatan stunting dapat ditekan," ujar Netty.
“Apa langkah pemerintah untuk mencegah peningkatan inflasi dan meroketnya harga bahan pangan? Apalagi kita berada dalam bulan suci Ramadan dimana kebutuhan akan bahan-bahan pokok meningkat secara drastis. Permintaan yang tinggi akan membuat persediaan menipis yang bakal semakin memicu naiknya harga-harga,” pungkasnya. (Des/Z-7)
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Kaji Reka merupakan forum untuk mendiseminasikan berbagai hasil kajian dari daerah agar dapat diketahui masyarakat.
WAKIL presiden RI Ma’ruf Amin menggelar perpisahan dengan seluruh staf Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) di Auditorium Setwapres, Istana Wapres, Jakarta (17/10).
WAKIL presiden RI Ma’ruf Amin mengaku sudah menantikan datangnya 20 Oktober mendatang, hari purnatugas jabatannta sekaligus pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo-Gibran
Perjanjian perdagangan bebas ASEAN dan lima mitranya menjadi kerja sama perdagangan terbesar di dunia, meliputi hampir 30% perdagangan global, sepertiga populasi dunia.
Pemerintah perlu menjaga agar tren penurunan angka ekstrem terus berlanjut.
WAKIL Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengaku gembira selama lima tahun menduduki kursi wapres.
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menuturkan sebanyak 99,5% pekerja di Indonesia ditargetkan mendapat program perlindungan sosial ketenagakerjaan atau BPJS Ketenagakerjaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved