Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) turut mendukung Program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan menyerahkan bantuan bagi 1.000 anak di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Program Tamasya merupakan inisiatif lintas sektor untuk memperkuat kualitas pengasuhan anak di daerah 3T. Dalam kegiatan ini, Baznas menyerahkan bantuan berupa perlengkapan ibadah dan Iqro untuk mendukung pembinaan keagamaan anak-anak yang diasuh di Tempat Penitipan Anak (TPA). Dari total 7.122 anak di TPA wilayah 3T, 1.000 anak menjadi penerima langsung bantuan dari Baznas.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji menyampaikan, Tamasya sebagai solusi nasional pengasuhan anak. Tujuannya, memastikan perempuan tetap bisa bekerja tanpa meninggalkan peran ibu.
"Negara wajib hadir dalam menjamin pengasuhan anak yang layak dan setara,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Rabu (9/7).
Sinergi ini bertujuan menyediakan fasilitas penitipan anak di seluruh lingkungan kerja. Menurut Wihaji, Tamasya hadir mendukung peran ganda perempuan tanpa mengorbankan keluarga.
Sementara itu, Wakil Ketua Baznas RI Mokhamad Mahdum menyampaikan, Baznas sangat mengapresiasi Program Tamasya yang selaras dengan misi kami dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
Menurutnya, bantuan yang diserahkan menjadi bentuk kontribusi nyata zakat dalam penguatan karakter dan spiritualitas anak sejak usia dini. Baznas terus berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan.
"Kami juga berkomitmen untuk memastikan bahwa dana zakat yang dikelola disalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan memberi dampak yang nyata bagi mustahik,” jelasnya.
Melalui kolaborasi ini, dia berharap, sinergi dengan BKKBN dapat terus diperkuat untuk mendukung kesejahteraan keluarga dan mencetak generasi yang sehat, berdaya, dan berakhlak mulia, terutama di wilayah-wilayah 3T yang membutuhkan perhatian lebih.
Program Tamasya mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kompetensi pengasuh, pemantauan tumbuh kembang anak, peningkatan peran orang tua dalam pengasuhan, hingga akses layanan rujukan. Sosialisasi ke pemerintah daerah juga menjadi bagian penting dari program ini, terutama dalam upaya peningkatan kualitas TPA yang tersebar di seluruh Indonesia. (H-2)
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Kaji Reka merupakan forum untuk mendiseminasikan berbagai hasil kajian dari daerah agar dapat diketahui masyarakat.
Orangtua Gen Z mulai meninggalkan gentle parenting dan memilih gaya asuh hibrida yang lebih realistis, fleksibel, dan sesuai kebutuhan anak.
Studi internasional terbaru menunjukkan bahwa keterlibatan aktif seorang ayah dalam pengasuhan anak bukan sekadar pelengkap, melainkan faktor penting.
Figur ibu sering menjadi sorotan utama dalam pengasuhan anak. Namun, peran ayah yang tidak optimal—atau bahkan absen—justru bisa menimbulkan dampak serius pada perkembangan anak.
Kebersamaan Inara Rusli dan Virgoun menghadirkan pujian karena dianggap berhasil melakukan co-parenting atau konsep pengasuhan anak yang dilakukan setelah orangtua bercerai.
Kasus terbanyak adalah lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, yakni 1.097 kasus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved