Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko menekankan pentingnya kesiapan pelayanan kesehatan bagi petugas pemilu. Menurutnya semua pihak perlu mengantisipasi adanya korban. Pada pemilu 2019, petugas pemilu dilaporkan mengalami sakit bahkan meninggal akibat kelelahan. Pemilu 2024 akan dilaksanakan Rabu (14/2).
“Jangan semua unsur yang menangani persoalan ini tidak aware, jangan karena keteledoran nantinya memunculkan korban yang besar,” tegas Moeldoko saat memimpin Rapat Tim Koordinasi Monitoring Surat Edaran Bersama (SEB) Pelaksanaan Skrining Riwayat Kesehatan dan Optimalisasi Kepesertaan Aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi Petugas Penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, di gedung Bina Graha Jakarta, Senin (12/2).
KSP mendorong semua unsur untuk memaksimalkan sistem “Lapor Cepat Temu Tepat” yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan. Sistem tersebut diwujudkan dalam bentuk aplikasi atau call center 119.
Baca juga : Penundaan Pilkada 2024, Moeldoko: Ketua Bawaslu Hanya Curhat
“Mekanisme kecepatan pelaporan dan ketepatan penindakan ini juga penting untuk diperkuat,” imbuhnya.
Pemerintah, ujarnya, telah membentuk tim monitoring dan evaluasi terkait pelaksanaan layanan skrining (penapisan) riwayat kesehatan dan optimalisasi kepesertaan aktif program JKN bagi petugas penyelenggara Pemilu dan pilkada 2024. Tim itu terdiri dari 12 kementerian/lembaga dan beranggotakan lebih dari 85 orang.
Moeldoko menyebut saat ini sudah ada 2,5 juta lebih petugas Pemilu yang melakukan skrining kesehatan secara daring. Dari jumlah tersebut, 240 ribu lebih atau 9,59% petugas memiliki risiko penyakit, dan 2,1 juta lebih atau 84,68% merupakan peserta aktif JKN.
Baca juga : Pemerintah Tetap Laksanakan Pilkada 2024 Sesuai Jadwal
“Dari data ini kita bisa mendapatkan pemetaan risiko kesehatan yang cukup baik. Ini tidak terlepas adanya kerja keras Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan pemerintah telah mengaktifkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan. Di mana ada 15 ribu klinik, 10 ribu Puskesmas, tiga ribu Rumah Sakit, dan 13 ribu tenaga kesehatan Cadangan yang disiapsiagakan untuk memberikan layanan kesehatan bagi petugas dan masyarakat.
“Ini fondasi yang sangat baik untuk menunjukkan bahwa negara secara serius dan sungguh-sungguh memperhatikan risiko kesehatan bagi petugas Pemilu,” katanya. (Z-5)
IDAI juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam pemenuhan fasilitas kesehatan anak.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, memaparkan lokasi 66 rumah sakit tersebut tersebar di berbagai wilayah.
Penonaktifan peserta PBI JKN dan PBPU dilakukan tanpa ukuran yang jelas dan berpotensi mengorbankan warga miskin.
MASYARAKAT saat ini dinilai tidak hanya menginginkan pengobatan untuk penyakit yang dialami.
KAI Divre I Sumatra Utara saat ini telah mengelola enam titik layanan kesehatan strategis, yaitu Klinik Mediska Medan, Pulobrayan, Binjai, Tebing Tinggi, Kisaran, dan Siantar.
KOLABORASI disebut sebagai salah satu hal utama yang harus dikuatkan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan lintas negara. khususnya antara Indonesia dan Malaysia.
Moeldoko menuturkan bahwa film Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih juga menunjukkan pentingnya keberanian dalam memilih.
Harapan sekaligus pernyataan ini mempertegas pandangan bahwa film Indonesia tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana hiburan semata. Namun, bisa lebih dari itu.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengatakan bahwa penyalahgunaan kekusaan merupakan dosa besar. Itu disampaikan menyinggung oknum penguasa.
Kantor Staf Presiden melalui Indonesia Future Network mengumpulkan 20 tokoh muda energi dan iklim dari berbagai latar belakang untuk membahas krisis energi dan iklim.
Tidak ada cara-cara instan dalam membina atlet. Karena itu, harus ada keberlanjutan pembinaan yang menyeluruh dan usaha-usaha yang gigih dari seluruh pihak.
KEPALA Staf Kepresidenan, Moeldoko menggelar rapat koordinasi bersama Tim Ekonomi Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved