Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan menekankan negara tidak bisa berbisnis dengan rakyat. Negara harus memberikan kesetaraan di semua wilayah apa pun kondisi rakyat.
"Tidak ada untung dan rugi bagi negara, enggak ada, enggak bisa negara rugi kalau kita pikir penduduk nya cuma sedikit, negara kok berbisnis dengan rakyat, tidak, negara itu berbicara tentang kesetaraan, kesempatan," kata Anies dalam acara Sarasehan DPD RI Bersama Capres 2024: Menatap Kemajuan Daerah dan Sistem Ketatanegaraan RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 2 Februari 2024.
Hal itu disampaikan Anies saat ditanya untuk mengatasi persoalan kesenjangan di wilayah kepulauan. Anies menceritakan pengalamannya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan menangani kondisi di Kepulauan Seribu meski pengeluaran anggarannya tak sedikit.
Baca juga : Tok! KPU Perpanjang Waktu Closing Statement Debat Capres Pamungkas
"Kami melakukan reformasi terhadap kawasan kepulauan itu," ujar Anies.
Anies membangun Pasar Induk di Kepulauan Seribu. Negara menanggung mulai dari biaya pergeseran logistik.
"Di situ (Pasar Induk) tapi tidak boleh retail yang belanja di situ hanya warung supaya warung di Kepulauan Seribu tidak mati," ucap Anies.
Baca juga : Singgung Gangguan Saat Kampanye, Anies: Kita Harus Hati-hati
Anies juga mengaku menyediakan kapal di Kepulauan Seribu supaya memudahkan mobilitas masyarakat. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu juga bercerita soal menjangkau Pulau Sebira yang terletak paling utara.
"Dulu kalau pakai kapal itu 8 jam sampai 10 jam kapal tradisional, dengan kita bangun pakai kapal dari kami itu 2 jam sudah sampai ke Pulau Sebira," kata Anies.
Anies menuturkan perekonomian masyarakat kita meningkatkan usai dibantu mulai dari mendirikan pasar induk hingga ketersediaan kapal dari pemerintah. Hal ini ditunjukkan dengan permintaan masyarakat Kepulauan Seribu untuk disediakan ATM.
Baca juga : Persiapan Debat Capres, Jusuf Kalla Sebut Pangkat Anies Baswedan Sudah Pelatih
"Ini menggambarkan peredaran perekonomian sehingga sekarang butuhnya ATM," ucap Anies. (Medcom/Z-7)
Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi strategis dengan Inggris.
Tantangan pelaku usaha terkini yaitu cara mengelola kolaborasi tim, komunikasi, dan proses kerja secara efisien dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
Siapa pun yang melihat, menyaksikan, atau menjadi korban sendiri dapat langsung melapor.
Penggunaan stiker di badan kapal bertujuan agar nelayan dapat segera mengakses bantuan kepolisian saat menghadapi situasi darurat di tengah laut.
Sinergi ini dianggap krusial untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama di wilayah perairan yang menjadi jalur vital.
Koordinasi intensif dilakukan bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk memantau kondisi gelombang.
Beberapa daerah di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu masih terendam banjir rob pada Kamis malam, meskipun situasi genangan mulai menurun di sejumlah lokasi.
BANJIR rob melanda Jakarta Utara dan Kabupaten Kepulauan Seribu pada Kamis (4/12) malam. BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan terdapat enam RT yang terendam banjir rob
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved