Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Meski jarang terlihat mendampingi kerja-kerja politik pasangan calon presiden dan wakil presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh memastikan terus mengikuti perkembangan setiap hari.
"Fisiknya memang tidak mendampingi, tetapi saudara lihat apa yang saya utarakan di mana saja," ujar Surya Paloh usai memberi arahan ke DPW Partai NasDem Bali di Denpasar, Selasa (23/1).
Ia mengaku baru kembali dari luar negeri. Namun, di tempat yang jauh pun ia tetap memantau situasi politik di Tanah Air, termasuk seluruh agenda debat capres dan cawapres yang sudah berlangsung selama ini.
"Saya pikir semua berjalan baik. Kekurangan pasti ada. Di kanan dan kiri semua menunjukkan dan berupaya menunjukkan kemampuannya, kehebatannya dan itu hal yang sah-sah saja," tuturnya.
Baca juga: Soal Penampilan Anies-Muhaimin di Debat, Surya Paloh: Semua Berjalan Baik
Dalam kesempatan tersebut, alih-alih membahas wacana pilpres putaran kedua, ia justru lebih banyak mengingatkan seluruh kadernya untuk menjunjung persatuan meski berbeda pilihan dalam Pilpres kali ini.
"Kita tentu mengelus dada ketika keinginan, harapan pemilu berlangsung secara tidak mencekam, berlangsung secara adil dan jujur, itu terganggu. Ah, tentu kita mengelus dada," katanya.
Baca juga: Anies Baswedan: Masyarakat Yogyakarta Antusias Dukung Perubahan
Menurutnya, Pemilu yang hanya berlangsung satu hari jangan sampai mengorbankan masyarakat Indonesia. Ia pun mengatakan, jika ada pihak yang berlaku tidak adil, Tuhan yang akan membalasnya.
"Jangan korbankan seluruh komunikasi sosial yang kita miliki, yang sudah tertata dan berlangsung sedemikian rupa karena perbedaan. Kalau ada yang bermain-main secara tidak adil, saya bilang, kalau kita tidak bisa melawannya, kita serahkan kepada Tuhan," tandasnya. (Ant/Z-11)
Keberhasilan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto saat ini merupakan akumulasi dari kedisiplinan organisasi dan kesediaan untuk melewati proses panjang yang tidak instan.
Terlebih, hasil survei terkini Median menempatkan elektabilitas Anies dan KDM masuk tiga besar di bawah Prabowo.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda memastikan mekanisme pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat.
Keputusan Prabowo memberikan amnesti pada Hasto Kristiyanto dan abolisi pada Tom Lembong harus dibaca menggunakan asumsi yang tepat
Indonesia telah memiliki pemimpin nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari militer (TNI) hingga sipil, tetapi belum ada yang berasal dari korps kepolisian.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved