Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PLH Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Togap Simangunsong mengajak seluruh generasi muda atau kaum milenial untuk turut menyukseskan pesta demokrasi yang akan berlangsung pada 14 Februari 2024. Sebab, pada tahun politik kali ini, dominasi generasi muda dalam jumlah sebagai peserta Pemilu cukup tinggi.
"Pada Pemilu yang akan datang ini rupanya Generasi Z dan milenial itu (jumlah pemilihnya) cukup tinggi sekali. Ini perlu mendapat perhatian, itu berdasarkan hitung-hitungan kami ada 56,45 persen pemilih kita anak muda," ujar Togap dalam keterangannya, Selasa (2/1).
Togap menegaskan, keterlibatan generasi muda merupakan langkah awal untuk mewujudkan generasi yang cerdas dalam menggunakan hak pilihnya. Dengan demikian, generasi muda akan mampu menjadi pemantau jalannya Pemilu yang jujur dan adil.
Untuk itu, dirinya mendorong semua pihak khususnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi dan kabupaten/kota agar memberikan dukungan secara penuh. Sehingga generasi muda mau datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menyalurkan hak politiknya.
Baca juga: Mendagri Tito Tegaskan Pemerintah Tetap Ingin ada Pilkada di Jakarta
"Jadi, kami harapkan kepada KPU provinsi, KPU kabupaten/kota, dan seluruh kita yang ada di sini supaya mengajak para pemilih yang mempunyai hak pilih untuk ikut berbondong-bondong ke TPS untuk menyampaikan suaranya, khususnya tadi perhatian kita kepada generasi milenial dan Generasi Z, untuk itu kita ajak mereka untuk menyampaikan partisipasinya," ujarnya.
Togap menambahkan, sebagai kelompok yang mendominasi jumlah pemilih pada Pemilu 2024, generasi muda juga berperan penting dalam menentukan arah bangsa Indonesia ke depan dengan segala persoalannya. Karena itu, semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam Pemilu, maka akan memberikan dampak positif dalam mencari sosok pemimpin terbaik.
"Jadi jumlahnya itu ada 115,4 juta generasi milenial dan Generasi Z, target yang ditetapkan pemerintah Pemilu kita pada saat ini adalah 79,5 persen. Jadi mudah-mudahan bisa melebihi target, melebihi target yang dicapai pada (Pemilu) 2019, semakin tinggi partisipasi semakin legitimate pemimpin kita yang terpilih nanti dan wakil rakyat yang terpilih," imbuhnya.
Baca juga: Anies akan Ubah Paradigma Geopolitik
Dia pun mengungkapkan beberapa indikator keberhasilan dalam Pemilu. Pertama, proses Pemilu berlangsung aman dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Kedua, jumlah partisipasi yang tinggi. Ketiga, tidak terjadi konflik yang dapat merusak persatuan dan kesatuan terutama yang berujung pada konflik kekerasan. Keempat, roda pemerintahan tetap dapat berjalan lancar baik di tingkat pusat maupun daerah.
"Tadi Bapak Presiden Joko Widodo sudah menyampaikannya menekankannya berkali-kali, tentu di sini kami sudah menyiapkan beberapa instrumen yang telah kita gerakkan melalui forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) di daerah dan juga badan kesatuan bangsa dan politik (kesbangpol) kita baik di provinsi kabupaten/kota dan Satpol PP," pungkasnya. (Z-6)
Tanpa perubahan mendasar, parlemen berpotensi semakin dikuasai kelompok bermodal besar.
Taufan menyoroti persoalan ambang batas parlemen yang menurutnya menjadi isu penting dan membutuhkan kajian panjang serta komprehensif agar dapat ditentukan metode yang paling tepat.
KPU menegaskan akan menindaklanjuti putusan Majelis Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) yang memerintahkan pembukaan dokumen ijazah jokowi dalam proses pencalonan Pemilu 2014 dan 2019.
Perludem menilai efisiensi anggaran seharusnya ditempuh melalui digitalisasi pemilu, penyederhanaan tahapan, serta rasionalisasi badan ad hoc.
KIP Pusat menegaskan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki waktu 14 hari untuk banding terkait putusan sengketa informasi soal ijazah Jokowi.
KPU diminta menyerahkan salinan ijazah Jokowike pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi. Keputusan itu setelah Komisi Pemilihan Umum atau KIP Pusat mengabulkan sengketa informasi
Ingin melancong ke Uni Emirat Arab? Ini 7 destinasi yang cocok bagi Gen Z dan Milenial yang ingin berkunjung ke Dubai.
Wisatawan Indonesia terus menunjukkan antusiasme untuk bepergian, akan tetapi setiap generasi memiliki cara berwisata dan mencari pengalaman baru yang berbeda.
Remaja masa kini sulit lepas dari ponsel, bahkan di pesta ulang tahun. Simak ide pesta nostalgia tanpa layar yang bisa membuat mereka kembali menikmati kebersamaan.
Riset ini mengungkap perbedaan mencolok dalam cara Gen X dan Millennial mengelola pendidikan, kesejahteraan emosional, pengeluaran, dan waktu bersama keluarga.
Banyak anak muda memilih menggunakan uang untuk hal-hal yang dirasa dapat membuat mereka melupakan tekanan hidup, misalnya dengan belanja online.
Tren pembelian rumah tapak di kawasan Tangerang, khususnya Karawaci, semakin diminati, terutama oleh generasi milenial dan pasangan muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved