Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep diyakini bakal menghancurkan suara calon presiden Ganjar Pranowo dan calon wakil presiden Mahfud MD di Jawa Tengah (Jateng). Klaim itu didasari peta sosiologis 55.
"Peta 55 itu di Jawa Tengah ini, saya berkeyakinan itu Ganjar dan Prabowo langsung hancur setelah Gibran nanti diumumkan sebagai wakil presiden," kata Pengamat Politik Syahganda Nainggolan dalam Crosscheck by Medcom.id pada Minggu (22/10).
Syahganda menjelaskan merah di Jateng bukan lagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) karena Gibran dan Kaesang. Sebab, keduanya kini bukan berasal dari kelompok tersebut.
Baca juga : Jokowi Bakal Temui Mahfud MD Usai Kunjungan Kerja
"Kaesang bilang lihat simbol saya itu bunga mawar merah, lihat semua fotonya Kaesang kan di spanduk-spanduk dia kan dengan bunga mawar merah," ujar Syahganda.
Dia juga menyebut suara di Jateng tidak bisa disepelekan. Sebab, beberapa kemenangan pas pemilu ditentukan dari sana. "Nah, orang-orang yang tahu peta sosiologi 55, merahnya merah itu, itu sekarang 15 juta, hampir 20 juta, dan mereka itu dulu dukung SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) 2004, sehingga SBY menang dan Megawati kalah," ucap Syahganda.
Gibran dan Kaesang juga diyakini bakal memecahkan kelompok nasionalis marhaenis, dan sosialistik di Jateng. Pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (AMIN) diyakini bakal diuntungkan.
Baca juga : Mundurnya Mahfud dan Momentum Delegitimasi Jokowi
"Ini akan terjadi perpecahan di kelompok nasionalis, yang dulu nasionalis marhaenis dan nasionalis sosialistik. Sehingga saya yakin ketika kelompok masyumi dan tradisionalis NU bersatu maka kemungkinan 50 persen itu plus satu itu tercapai satu putaran (untuk AMIN)," kata Syahganda.
AMIN diyakini bakal mengalahkan Ganjar dan Mahfud di Jateng. Sebab, nama Cak Imin lebih menjual ketimbang Menkopolhukam tersebut. "Karena yang diambil Mahfud bukan Khofifah, kalau Khofifah kemarin itu agak berat. Tapi kalau Mahfud menurut saya ya itu tidak bisa sebanding dengan Muhaimin karena begitu istilah KH Maman Abdul Imanulhaq itu orang HMI yang dibawa Gus Dur jadi NU," kata Syahganda.
Menurutnya, AMIN bisa menang satu putaran jika suara di Jateng dimenangkan. Pasangan itu diharap memaksimalkan kampanye di sana. "Kalau sekarang ini saya pikir ini di Jawa Tengah pun kita bisa menang satu putaran karena tadi pecah dua nasionalisnya, islam tradisionalis dan NU-nya makin menguat," tutur Syahganda. (Z-3)
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Raja Juli Antoni juga menegaskan bahwa PSI merupakan partai yang terbuka bagi berbagai kalangan, baik muda maupun senior.
kehadiran Mr J nantinya akan memberikan dampak signifikan bagi perjalanan politik PSI ke depan.
POLITIKUS senior Rusdi Masse (RMS), resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kamis (29/1).
KETUA Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep memberikan target tinggi untuk Ketua PSI Sulawesi Selatan Muammar Gandi Rusdi.
KETUA Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengaku terpukau melihat ratusan mobil berbalut atribut partai menyambutnya jelang Rakernas PSI 2026.
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved