Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Yenny Wahid, Putri Presiden ke-4 Republik Indonesia, meminta seluruh warga negara Indonesia untuk tetap kritis dalam menghadapi Pemilu 2024. Masyarakat, lanjutnya, harus jeli terhadap gagasan, program, atau capaian yang disampaikan partai-partai politik dan para kandidat mereka.
"Saya berharap semua pihak, terutama warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih, untuk bersikap lebih kritis melihat semua sosok yang ada. Jangan hanya lihat klaimnya saja, tetapi juga sepak terjangnya," ujar Yenny di Jakarta, Selasa (5/9).
Di tahun politik, menurutnya, akan ada banyak sekali klaim-klaim sepihak. Tidak hanya itu, hasutan dan provokasi juga akan bertebaran.
Baca juga: Berani Pastikan Solid Jaga Bhinneka dalam Koalisi Perubahan
Ia menekankan yang terjadi dalam perhelatan politik ke depan, masyarakat harus tetap menjaga kerukunan.
"Mau Pemilu atau Pilpres, setelah selesai bertanding, kita harus bisa bersanding kembali, kembali merajut kerukunan bersama warga masyarakat," harapnya. (Ant/Z-11)
Baca juga: KPU Larang Peserta Pemilu Kampanye Pemilu 2024 di SMA
KETUA DPP PKB Daniel Johan, menilai usulan pemilihan kepala daerah atau pilkada tak langsung lewat DPRD menjadikan demokrasi lebih efektif dan menekan biaya politik.
Muhaimin Iskandar langsung menepis anggapan bahwa pernyataan Presiden tersebut merupakan sinyal kekhawatiran terhadap manuver politik PKB.
Presiden Prabowo Subianto berseloroh bahwa koalisi partainya harus mengawasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Muhaimin Iskandar menilai mekanisme demokrasi yang saat ini berjalan di Indonesia banyak yang tidak efektif dan justru tidak produktif bagi kemajuan daerah.
DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandung memastikan akan memberikan bantuan hukum kepada Wakil Wali Kota Bandung Erwin yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Cucun menegaskan pihaknya enggan terlibat dalam urusan internal PBNU.
Berdasarkan data komparatif internasional, sistem campuran justru berisiko menimbulkan ketimpangan antara perolehan suara dan kursi di parlemen.
WACANA penerapan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pemilu nasional dinilai tidak bisa dipandang sekadar sebagai persoalan teknologi.
Pemerintah tengah mengkaji penerapan elektronik voting atau e-voting dalam pemilu. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan penerapannya tidak bisa tergesa-gesa.
Secara konstitusional, baik pemilihan langsung maupun melalui DPRD sama-sama dikategorikan sebagai proses yang demokratis.
Kodifikasi ini bertujuan menyatukan beberapa undang-undang yang selama ini terpisah menjadi satu payung hukum yang utuh.
Mada menjelaskan, musyawarah/mufakat hanya bermakna demokratis apabila memenuhi syarat deliberasi, yakni adanya pertukaran gagasan secara setara dan terbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved