Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PUBLIK menyakini Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai sosok yang akan mendapatkan endorsement dari Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2024.
Hal itu terekam dalam survei Lembaga Survei Nasional (LSN) yang menyebutkan 46,5% responden meyakini Prabowo yang akan mendapatkan endorsement tersebut.
Direktur Eksekutif LSN Gema Nusantara Bakry mengatakan. keyakinan publik tersebut terus meningkat dari waktu ke waktu.
Baca juga : Pengamat: Elektabilitas Erick Masih Tinggi, Elektabilitas Cak Imin Rendah
"Sedangkan keyakinan publik bahwa Ganjar Pranowo yang memperoleh endorsement justru terus menurun. Saat ini tinggal 30,3% publik meyakini Ganjar mendapat endorsement Jokowi untuk jadi presiden," jelasnya, Jumat (1/9).
Secara rinci terdapat beberapa nama tokoh yang kemungkinan memperoleh endorsement dari Joko Widodo. Nama tersebut antara lain Erick Thohir 7,5%, Mahfud MD 6,4% dan 6,2% tokoh lainnya serta 4,4% tidak tahu.
Baca juga : Gerindra Sebut Prabowo dan Cak Imin Akan Bertemu Malam Ini
Sementara itu hasil survei juga memperlihatkan nama Prabowo masih paling banyak disebut publik (28/9%) yang paling pas menggantikan Joko Widodo sebagai presiden selanjutnya kemudian disusul capres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo 17,5%. Posisi Ganjar dan capres KPP Anies Baswedan pun disebut berbeda tidak jauh dari Ganjar yakni 13,2%.
"Hasil survei lsn memperlihatkan bahwa nama Prabowo Subianto paling banyak disebut publik ini mengindikasikan bahwa sebagai calon presiden Prabowo semakin menjadi top of mind publik.
Begitu juga dengan Ganjar pranowo dan Anies Baswedan yang disebut secara spontan oleh publik. Ada juga nama-nama lain seperti Ridwan Kamil , Erick Thohir dan Mahfud MD," ungkapnya.
Sedangkan tokoh lainnya itu berada pada 16,1% dengan nama-nama seperti Agus Harimurti Yudhoyono, Sandiaga Uno, Airlangga Hartarto, Puan Maharani, Khofifah Indar Parawansa, Moeldoko, Muhaimin Iskandar hingga Habib Rizieq Shihab namun persentase elektabilitasnya jauh dari signifikan.
Gema mengungkapkan, hasil survei LSN memperlihatkan elektabilitas Prabowo semakin menjadi top of mind publik terkait pilpres 2024. Ini berarti hanya dalam satu bulan saja elektabilitas Prabowo naik sebesar 0,3% sementara elektabilitas Ganjar pranowo menunjukkan tren sedikit menurun dari 17,6% pada Juli menjadi 17,5 pada survei Agustus. Sedangkan Anies Baswedan stabil berada di posisi ketiga sejak November 2022.
"Di sisi lain dinamika elektabilitas capres jika pemilu hanya diikuti tiga tokoh menunjukkan bahwa tren tingkat keterpilihan Prabowo terus meningkat. Sejak Maret 2023 elektabilitas Prabowo rata-rata mengalami peningkatan 2%"
Sementara itu perkembangan terakhir elektabilitas Ganjar pranowo memperlihatkan kecenderungan fluktuatif. Namun belum ada indikasi Ganjar mengalami rebound untuk mengejar elektabilitas Prabowo.
Sedangkan Anies mengalami stagnasi elektabilitas dalam 6 bulan terakhir. Namun sisa waktu 5 bulan masih memungkinkan terjadi perubahan dinamika elektabilitas.
"Setiap capres dan tim sukses pasti akan habis-habisan mengerahkan semua sumber daya yang dimilikinya. Posisi cawapres sedikit banyak juga dapat berpengaruh pada perubahan dinamika elektabilitas," imbuhnya. (Z-5)
Menurutnya, kepercayaan publik yang sudah terbentuk perlu dijaga agar tidak menurun di tengah dinamika kebijakan dan tantangan pemerintahan.
Fernando menyebut, posisi Sjafrie sebagai sahabat karib sekaligus menteri paling berpengaruh di kabinet menjadikannya sosok yang sangat kuat.
Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, survei terbaru menunjukkan langkah Kejagung menunjukkan uang sitaan mendapat apresiasi.
Berdasarkan survei terhadap 1.000 responden pada akhir 2025, sebanyak 82% pekerja Indonesia mengaku bahagia di tempat kerja.
Mayoritas publik atau sekitar 67 persen percaya bahwa penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi mengurangi independensi kepolisian.
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
Gibran yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Presiden berada di posisi ke empat dengan perolehan elektabilitas 4,8 persen.
Ibas-Puspa unggul telak sebesar 45,1% di atas margin of Error dengan petahana Budiman-Akbar yang hanya sebesar 38,3%, dan Pasangan penantang lainnya Isrullah-Usman sebesar 9,1%.
Elektabilitas pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen mengungguli Andika Perkasa-Hendrar Prihadi.
Pasangan calon nomor urut 2, Akhmad Gunadi Nadalsyah-Sastra Jaya dengan elektabilitas 58,0% masih mengungguli pasangan nomor urut 1, Gogo Purman Jaya-Hendro Nakalelo dengan 32,8%.
Elektabilitas pasangan calon (paslon) nomor urut 2, AlHaris-Abdullah Sani dengan 57,2%, masih unggul jauh dibandingkan pasangan nomor urut 1, Romi Hariyanto-Sudirman, yang hanya 26,7%.
Elektabilitas calon bupati (cabup) Bandung nomor urut 1, Sahrul Gunawan masih unggul dibandingkan rivalnya cabup Bandung nomor urut 2, Dadang Supriatna.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved