Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SOSOK humanis menjadi salah satu faktor pendorong elektabilitas Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Berbeda dengan sebelumnya, Prabowo saat ini identik dengan figur ksatria, hingga legowo menjadi daya tarik oleh berbagai kelompok masyarakat.
Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mengungkapkan adanya perubahan dalam diri Menteri Pertahanan tersebut turut serta mendongkrak perolehan elektabilitas.
“Citra itu dibangun oleh Prabowo, strategi kampanye dan komunikasi politik kepada publik yang adem itulah yang saya kira menjadi indikator penting, menjadi ciri penting mengapa Prabowo baik di mata publik di survei kali ini,” kata Adib, dalam keterangannya, Minggu (20/8).
Baca juga : Nama Erick Thohir Terus Menguat Sebagai Cawapres Prabowo
Elektabilitas Prabowo belakangan terbukti melejit bila dibandingkan kandidat capres yang lain, seperti Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Bahkan jika diadakan simulasi head to head, Prabowo kerap unggul dari kedua nama tersebut.
Seperti yang tersaji di dalam survei terbaru yang dilakukan Indikator Politik Indonesia periode 15-21 Juli 2023, menteri andalan dan terbaik Presiden Jokowi itu sukses mengungguli perolehan suara Ganjar dan Anies.
Baca juga : Presiden PKS Ingatkan MK terkait Uji Materi Usia Capres-Cawapres
Dari survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia dengan simulasi head to head, Prabowo berhasil mengantongi keunggulan dari Ganjar. Prabowo berhasil mendapatkan angka 47,0 persen berbanding terbalik dengan yang didapatkan Ganjar dengan 39,6 persen.
Kemudian, bila Prabowo melawan Anies di dalam survei yang sama, Capres Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) itu terbukti mengantongi keunggulan yang signifikan. Prabowo mendapatkan dukungan sebesar 51,2 persen sedangkan Anies sebesar 33,5 persen.
Sosok humanis yang saat ini ditonjolkan Prabowo memang menjadi daya tarik bagi semua kalangan masyarakat dan juga elit politik untuk mendukung pada kontestasi demokrasi mendatang. Prabowo yang semakin luwes dalam membuka ruang dialog dengan rakyat kecil, hingga milenial menjadi bukti perubahan total dibandingkan pada Pilpres 2014 dan 2019 silam.
Tak hanya itu, Adib meyakini adanya strategi dan tingkah pola Prabowo yang tidak lagi menyerang lawan politiknya disinyalir menjadi nilai tambah baginya jelang Pemilu 2024 nanti.
“Strategi Prabowo yang tidak menyerang lawan politik, sampai hari ini kalau saya melihat itu juga menjadi salah satu kunci. Prabowo itu sudah tidak tipis kuping kasarnya seperti itu,” terang Adib.
“Tidak meledak-ledak, berbeda dengan 2014 dan 2019 strategi dengan dihantam kritik sana-sini tetapi dia tetap cool dan santai, itulah yang menunjukkan jiwa dia ksatria legowo, itu yang saya lihat,” ujarnya.
Gibran yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Presiden berada di posisi ke empat dengan perolehan elektabilitas 4,8 persen.
Ibas-Puspa unggul telak sebesar 45,1% di atas margin of Error dengan petahana Budiman-Akbar yang hanya sebesar 38,3%, dan Pasangan penantang lainnya Isrullah-Usman sebesar 9,1%.
Elektabilitas pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen mengungguli Andika Perkasa-Hendrar Prihadi.
Pasangan calon nomor urut 2, Akhmad Gunadi Nadalsyah-Sastra Jaya dengan elektabilitas 58,0% masih mengungguli pasangan nomor urut 1, Gogo Purman Jaya-Hendro Nakalelo dengan 32,8%.
Elektabilitas pasangan calon (paslon) nomor urut 2, AlHaris-Abdullah Sani dengan 57,2%, masih unggul jauh dibandingkan pasangan nomor urut 1, Romi Hariyanto-Sudirman, yang hanya 26,7%.
Elektabilitas calon bupati (cabup) Bandung nomor urut 1, Sahrul Gunawan masih unggul dibandingkan rivalnya cabup Bandung nomor urut 2, Dadang Supriatna.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved