Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HOTEL Angkasa di Jayapura diyakini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) milik Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe. Nama dalam dokumen hotel tersebut diyakini disamarkan.
"Saksi lain juga menjelaskan bahwa pengetahuan umum orang sana, kemudian juga di sekitar orangnya Pak Rijatono Lakka (penyuap Lukas) itu adalah milik Pak Lukas juga mengatakan itu adalah milik dari Pak Lukas, Hotel Angkasa itu ya, Pak Lukas dan Ibu Gub, jadi Ibu Yulce Wenda ya," kata jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK Wawan Yunarwanto di Jakarta, Kamis (10/8).
Wawan menyebut saksi dalam persidangan sudah banyak yang menjelaskan hotel itu milik Lukas. Persidangan Rijatono yang sudah berkekuatan hukum tetap juga menguatkan dugaan jaksa.
Baca juga: KPK Yakin Lukas Enembe ke Luar Negeri Buat Berjudi Bukan Berobat
"Kalau kita merujuk pada perkara sebelumnya, Rijatono Lakka yang sudah inkrah, kan sudah sangat jelas tuh bagaimana kemudian pembangunan 12 aset milik Lukas Enembe oleh Riantono Lakka," ucap Wawan.
Jaksa juga meyakini hotel itu dibangun menggunakan uang suap dan gratifikasi proyek yang diterima Lukas. KPK menegaskan bisa membuktikan semuanya dalam persidangan.
Baca juga:KPK Pastikan Bisa Buktikan Duit Berjudi Lukas Enembe Berkaitan dengan Kasus
"Nanti kita kan ada bukti, ada saksi, ada bukti berupa dokumen-dokumen yang kita hadirkan dalam persidangan," ujar Wawan.
Sebelumnya, JPU pada KPK meminta karyawan PT Tabi Bangun Papua Mieke menjelaskan soal kepemilikan Hotel Angkasa di Jayapura. Aset itu dibangun oleh penyuap Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe, Rijatono Lakka.
"Saya kurang tahu yang bangunannya atas nama siapa," kata Mieke di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 9 Agustus 2023.
Mieke mengaku bingung soal kepemilikan hotel itu. Sebab, surat-surat mengatasnamakan Rijatono, namun, kata dia, kebanyakan orang di Papua mengetahui aset itu milik Lukas.
"Kalau se-Jayapura bilang itu hotelnya Pak Lukas," ucap Mieke.
Lukas meradang dengan pernyataan Mieke. Dia mengeklaim tidak tahu menahu soal pembangunan Hotel Angkasa.
"Mau sampaikan bahwa saya tidak pernah urus proyek, tidak pernah," ucap Lukas. (Z-3)
Pendalaman keterangan saksi juga penting untuk memastikan posisi dan pembelian jet pribadi itu. Terbilang, kendaraan udara itu diyakini ada di luar negeri.
KPK memastikan bakal menyita barang-barang yang berkaitan dengan perkara ini. Pihak-pihak yang menyimpan aset terkait kasus diharap kooperatif.
Jet pribadi itu saat ini ada di luar negeri. Kendaraan itu perlu disita untuk kebutuhan pembuktian dan pengembalian kerugian negara.
Hanya Dius yang menjadi tersangka dalam kasus ini. Lukas tidak bisa diproses hukum lagi, karena sudah meninggal.
KPK secara resmi menetapkan mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kepala Daerah Provinsi Papua, Dius Enumbi (DE) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi,
PSBS Biak dijadwalkan akan melakoni empat pertandingan kandang di Stadion Lukas Enembe pada sisa kompetisi Liga 1.
UNICEF memberikan apresiasi tinggi atas komitmen kepemimpinan Indonesia dalam membangun kualitas generasi masa depan melalui penguatan gizi ibu dan anak.
Sebanyak 1.360 penari Tamborin yang berasal dari pelajar dan demoninasi gereja memeriahkan perayaan masuknya Injil ke Papua itu.
PEMERHATI sepak bola nasional dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, Irhas, mengatakan, upaya pembinaan talenta muda sepak bola di Indonesia Timur harus terus ditingkatkan.
Selama ini, sektor pertanian di Papua terbebani oleh ongkos pengiriman pupuk yang sangat mahal.
POLRES Mamberamo Raya menangani peristiwa kecelakaan lalu lintas sungai yang terjadi di Sungai Mamberamo dan mengakibatkan tiga orang warga dilaporkan hilang terbawa arus, Jumat (16/1).
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved