Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan mengatakan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto memiliki gen kuat untuk melanjutkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di pemerintahan Indonesia.
Hal ini membuat Menteri Pertahanan RI tersebut mendapatkan banyak dukungan dari masyarakat untuk menjadi pemimpin Indonesia selanjutnya.
“Kalau di klaster memang yang punya gen karakteristik melanjutkan pemerintahan Pak Jokowi kan Pak Prabowo,” kata Yusak, dalam keterangannya Senin (31/7).
Baca juga : Kedekatan Jokowi Dinilai Dorong Penguatan Elektabilitas Prabowo
Prabowo menurutnya merupakan sosok yang memiliki totalitas dalam melanjutkan kepemimpinan serta program Presiden Jokowi jika diberikan amanah untuk posisi Presiden Indonesia periode berikutnya.
Tak hanya itu, sejauh ini Prabowo menjadi figur yang berkomitmen kuat agar program dan kebijakan Presiden Jokowi dilanjutkan oleh pemimpin selanjutnya.
Baca juga : Ganjar Beresiko Kehilangan Perhatian Jokowi
Ketua Umum Partai Gerindra tersebut melihat program-program pemerintahan saat ini perlu dilanjutkan karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan bisa menyejahterakan rakyat Indonesia.
“Totalitas Pak Prabowo untuk melanjutkan program-program pemerintahan Pak Jokowi sejauh ini lebih optimal, dibanding dengan Pak Ganjar,” ujar Yusak.
Prabowo belakangan sangat vokal dalam mendukung program dan kebijakan yang sudah dicanangkan Presiden Jokowi, seperti hilirisasi. Ia menyatakan hilirisasi adalah upaya menjaga sumber daya alam negara dan untuk memakmurkan masyarakat Indonesia.
Prabowo yakin dengan hilirisasi atau pengolahan sumber daya alam di dalam negeri dapat meningkatkan nilai tambah bagi rakyat. Ia lantas memberikan contoh hilirisasi pada sejumlah komoditas khususnya nikel dan kelapa sawit.
Hal inilah yang membuat Yusak meyakini Prabowo menjadi capres yang dibutuhkan oleh Indonesia untuk keberlanjutan program Presiden Jokowi.
Dalam berbagai kesempatan Prabowo selalu menyatakan keberlanjutan program orang nomor satu di Indonesia tersebut harus dilakukan oleh pemimpin selanjutnya untuk kesejahteraan negara dan masyarakat.
“Saya kira capres yang mewakili karakteristik keberlanjutan Pak Jokowi adalah Pak Prabowo. Pak Prabowo lebih menunjukkan totalitasnya dalam melanjutkan program-program Pak Jokowi jika terpilih menjadi Presiden,” pungkasnya. (Z-5)
Ia menegaskan bahwa organisasi besar tidak dapat dikelola dengan pendekatan simbolik atau sekadar mengandalkan popularitas jabatan.
KEPEMIMPINAN harus mampu menghadirkan arah strategis, memperkuat inovasi layanan, dan mendorong kinerja berkelanjutan di industri asuransi jiwa nasional.
Polbangtan YoMa menggelar pembinaan kepemimpinan dan disiplin bagi 125 ASN untuk memperkuat karakter dan wawasan kebangsaan.
Spiritual leadership (kepemimpinan spiritual) yaitu kepemimpinan yang didasari oleh panggilan jiwa dan keterhubungan dengan-Nya demi menuntaskan misi yang diyakini.
NARASI kepemimpinan perempuan perlu direkonstruksi ulang sebab jalan perjuangan di berbagai bidang, termasuk perjuangan emansipasi, pendidikan, dan tantangan-tantangan yang dihadapi.
Formula intentional leadership mencakup nilai, tujuan, dan disiplin yang menjadi fondasi kepemimpinan berkelanjutan.
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved