Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi I DPR TB Hasanuddin menilai terdapat tiga kandidat yang berpeluang menggantikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Dudung akan pensiun dari kedinasan militer pada 1 Desember 2023.
"Siapa kira-kira penggantinya tentu yang memenuhi persyaratan. Ada tiga perwira tinggi berpangkat Letjen di TNI AD saat ini yang berpotensi masuk dalam bursa kandidat KSAD," kata Hasanuddin melalui keterangan tertulis, Rabu (26/7).
Ketiga kandidat itu meliputi Pangkostrad Letjen Maruli Simanjuntak. Ia lulus Akademi Militer 1992, kelahiran 24 Februari 1970, dan bakal pensiun 1 Maret 2028.
Baca juga: Jelang KLB, Jenderal Dudung Disebut Sebagai Salah Satu Calon Ketum PSSI
Kemudian, Wakil KSAD Letjen Agus Subiyanto. Ia lulusan Akmil 1991, lahir 5 Agustus 1967, dan pensiun 1 Sep 2025.
Berikutnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto. Ia lulusan Akmil tahun 1989, lahir 8 September 1967, dan pensiun 1 Oktober 2025.
Dari ketiga jendral tersebut, Suharyanto paling senior. Hasanuddin memprediksi Suharyanto yang paling berpeluang menjadi KSAD.
Baca juga: Helikopter Water Bombing Bantuan BNPB Tiba di Kalsel
"Kalau dari track record memang ketiga perwira ini sama-sama mumpuni dan berpeluang menduduki jabatan KSAD karena pernah menjabat di beberapa satuan komando, kesatuan teritorial, dan tempat lain. Hanya saja, Suharyanto ini lebih senior dan sebagai Kepala BNPB memiliki pengalaman teritorial yang lebih dari yang lain. Sehingga, paling berpeluang menjadi KSAD," ujar Hasanuddin. (Z-6)
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
PENGAMAT menyesalkan pernyataan Kepala BNPB Suharyanto soal bencana yang hanya ramai di medsos. Netizen sebelumnya mengatakan kangen pada Juru Bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan akan membuka akses yang terputus akibat tanah longsor di Sumatera Utara (Sumut) serta banjir di Sibolga dan Tapanuli
Kepala BNPB Suharyanto memaparkan dampak signifikan efisiensi anggaran berdampak pada kemampuan BNPB mendukung pemda dalam pengadaan peralatan.
Bantuan itu terdiri dari obat-obatan, alat kesehatan, logistik, dan barang lainnya sesuai permintaan yang tertuang dalam nota diplomatik dari pemerintah Mesir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved