Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mempermasalahkan foto dirinya terpasang di reklame bersama Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus bakal calon presiden (bacapres) Gerindra Prabowo Subianto.
Menurut Jokowi, tidak hanya Partai Gerindra yang menggunakan fotonya. Partai lain juga melakukan hal serupa.
Baca juga : Klaim Kedekatan Projo dan Relawan Prabowo Bisa Rugikan Ganjar dan PDIP
"Ya gimana ya? foto saya kan tidak dipasang oleh Pak Prabowo saja. Oleh Gerindra saja. Oleh PDI Perjuangan juga, oleh PSI (Partai Solidaritas Indonesia) juga ada," terang Jokowi di sela-sela kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Barat, Selasa (11/7).
Baca juga : Prabowo Mampu Raih Dukungan Kaum Milenial
Bahkan, imbuh presiden, foto dirinya juga digunakan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Victor Laiskodat yang merupakan kader Partai NasDem.
"NasDem di NTT saya lihat Pak Victor Laiskodat dengan saya juga ada," imbuh Jokowi.
Prabowo disebut-sebut mengantongi kekuatan elektoral dari pendukung Jokowi. Komitmen kuat Prabowo mealnjutkan program Jokowi disebut menjadi salah satu faktor yang memantik hadirnya gelombang dukungan besar dari basis pendukung Jokowi. (Z-8)
Presiden Prabowo Subianto undang ulama, pimpinan ormas Islam, dan tokoh pesantren untuk buka puasa bersama di Istana Jakarta, Kamis (5/3).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan laporan kepada Presiden mencakup kondisi pasokan energi hingga harga bahan pokok.
Menlu Sugiono sampaikan belasungkawa resmi Presiden Prabowo atas wafatnya Ali Khamenei kepada Dubes Iran.
MANTAN Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan memperhitungkan posisi Indonesia dalam keanggotaan Board of Peace atau BOP
PRESIDEN Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah tokoh lintas generasi dan pimpinan partai politik di Istana Jakarta, Selasa (3/3).
Menlu periode 2001-2009 Noer Hassan Wirajuda menilai eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memperlihatkan kian rapuhnya tatanan global berbasis aturan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved