Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KOORDINATOR Indonesia Network Election Survey (INES) Tri Sasono menyebut, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) ideal untuk meneruskan kerja-kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin.
Ketua Umum Partai Gerindra itu mendapatkan dukungan dari para pemilih yang memilihnya pada 2019 silam. Hal itu menjadikannya menjadi salah satu capres dengan raihan elektabilitas tertinggi.
"Hasil sebaran suara pendukung dan pemilih Prabowo Subianto di Pilpres 2019 terhadap tingkat elektabilitas empat kandidat capres jika Pilpres digelar hari ini, yaitu Prabowo 64,2%, Ganjar 6,1%, Airlangga 8,4%, Anies 10,8%, dan tokoh lainnya sebanyak 10,5% tidak memilih," kata Tri dalam keterangannya, Sabtu (8/7).
Tri menjelaskan, dalam hal popularitas, capres Partai Gerindra itu menjadi sosok yang paling dikenal oleh masyarakat luas. Prabowo berhasil mengantongi popularitas sebesar 97,4% responden. Disusul Ganjar Pranowo dengan 78,8% dan Anies Baswedan dengan angka 76,9%.
Baca juga: Survei Sebut Elektabilitas PAN Konsisten Alami Kenaikan
Tak hanya dari sisi popularitas, dari akseptabilitas juga Prabowo Subianto berhasil mendapatkan dukungan tertinggi dengan total akseptabilitas mencapai 81,7%.
Sementara itu, dari sisi elektabilitas pada survei INES, Prabowo berhasil mengumpulkan suara sebanyak 42,8%. Disusul Ganjar 26,8%, Airlangga 19,3%, dan Anies Baswedan 9,9%.
Maka dari itu, Tri membeberkan tiga faktor utama yang menjadi modal penting bagi setiap capres untuk berlaga pada Pilpres 2024 mendatang.
"Sekalipun berdiri sendiri, ketiga faktor itu terintegrasi jadi satu urutan gradasi nan tak terpisahkan. Itulah yang harus diraih para calon. Itu proses yang tak boleh ditinggalkan. Artinya, wajib dilakukan oleh para calon," kata Tri. (RO/I-2)
Gibran yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Presiden berada di posisi ke empat dengan perolehan elektabilitas 4,8 persen.
Ibas-Puspa unggul telak sebesar 45,1% di atas margin of Error dengan petahana Budiman-Akbar yang hanya sebesar 38,3%, dan Pasangan penantang lainnya Isrullah-Usman sebesar 9,1%.
Elektabilitas pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen mengungguli Andika Perkasa-Hendrar Prihadi.
Pasangan calon nomor urut 2, Akhmad Gunadi Nadalsyah-Sastra Jaya dengan elektabilitas 58,0% masih mengungguli pasangan nomor urut 1, Gogo Purman Jaya-Hendro Nakalelo dengan 32,8%.
Elektabilitas pasangan calon (paslon) nomor urut 2, AlHaris-Abdullah Sani dengan 57,2%, masih unggul jauh dibandingkan pasangan nomor urut 1, Romi Hariyanto-Sudirman, yang hanya 26,7%.
Elektabilitas calon bupati (cabup) Bandung nomor urut 1, Sahrul Gunawan masih unggul dibandingkan rivalnya cabup Bandung nomor urut 2, Dadang Supriatna.
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan tabungan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76% (yoy).
Hasil survei nasional ungkap tantangan dan rumuskan arah kebijakan baru.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
Berdasarkan survei, mayoritas masyarakat puas dengan kinerja Polri dan berharap dapat menjadi simbol supremasi sipil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved