Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan, pengalaman selama satu tahun terakhir menjadi suatu hal yang sangat berarti.
Sigit menjelaskan hal tersebut dalam sambutanya di acara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara Polri di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat pada Sabtu (1/7).
"Pengalaman kami setahun ini sangat berarti. Berbagai permasalahan telah terjadi," kata Sigit, Sabtu (1/7).
Baca juga : HUT Bhayangkara, Kapolri Minta Maaf Perbuatan Oknum Anggota Polri Sakiti Hati Masyarakat
Gejolak tersebut, lanjut Sigit, membawa Polri dalam fase transformasi, soliditas pihaknya diuji untuk menyatukan visi dan persepsi, serta saling menjaga, saling mengingatkan untuk kebaikan.
Sigit juga memastikan, pihaknya terus berbenah diri untuk mewujudkan Polri yang presisi. Dan berkomitmen mendengarkan kritik, saran, aspirasi, dan masukan masyarakat.
Baca juga : Ketua Bawaslu Rahmat Bagja Pingsan di Acara HUT Bhayangkara Ke-77 di SUGBK
"Sebagai organisasi terbuka dan modern, Polri telah membulatkan tekad untuk terus berbenah, siap melakukan koreksi untuk menjadi lebih baik dalam memberikan pelayanan masyarakat, bangsa, dan negara," bebernya.
Lebih lanjut, Sigit mengungkap pihaknya terus mengembangkan platform pengaduan digital dan merespons keluhan masyarakat.
Oleh karena itu, Polri telah memiliki kesepakatan untuk menjaga marwah institusi. Dengan tegas, Ia juga menyatakan bagi anggota yang melakukan pelanggaran dan akan langsung dilakukan tindakan tegas. (Z-5)
Penanganan kasus dipastikan berjalan paralel, baik dari sisi tindak pidana umum maupun pelanggaran kode etik profesi Polri.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob berinisial Bripda MS
Polri akan menangani secara transparan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob, Bripka MS, terhadap dua pelajar di Tual, Maluku
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri akan menangani kasus Bripka MS yang diduga menganiaya dua pelajar di Maluku Tenggara hingga satu tewas secara transparan dan akuntabel.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kembali proses hukum kerusuhan Agustus 2025.
Keputusan mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/440/2/KEP/2026 tertanggal 27 Februari 2026.
ICW meminta KPK mengawasi 1.179 SPPG milik Polri karena dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan ketimpangan pengelolaan dana hingga Rp2,2 triliun per tahun.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob berinisial Bripda MS
Polri akan menangani secara transparan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob, Bripka MS, terhadap dua pelajar di Tual, Maluku
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri akan menangani kasus Bripka MS yang diduga menganiaya dua pelajar di Maluku Tenggara hingga satu tewas secara transparan dan akuntabel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved