Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BAIK buruknya Polri dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan terbaik tidak saja tergantung internal, tetapi terutama sangat tergantung apa yang terjadi di masyarakat.
Demikian benang merah yang muncul dalam dialog publik "Polisi Unggul Yang Presisi dan Humanis", yang diselenggarakan di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Rabu (21/7) pagi.
Guru besar Universitas Bhayangkara, Jakarta, Prof. Hermawan Sulistyo, mengatakan bahwa polisi adalah cerminan baik buruknya masyarakat.
Baca juga: Polda Aceh Revitalisasi Situs Agama dan Budaya untuk Rawat Kebhinnekaan
"Kalau masyarakat brengsek jangan bermimpi polisi jadi malaikat," tegas Kiki, panggilan akrab Prof. Hermawan Sulistyo.
Karena itu, Kiki merasa jengah dengan kritikan yang terus disampaikan masyarakat terutama mahasiswa terhadap Polri.
"Bayangkan kalau polisi mogok tiga hari saja apa yang akan terjadi," kata Hermawan Suliatyo dengan nada bertanya.
Tanamkan Stigma Buruk pada Anak-anak
Sementara Kombes Pol. Heri Haryadi dari SDM Polri mengeluhkan kesan negatif yang ditanamkan masyarakat kepada anak-anak mereka saat masih kecil.
Baca juga: Polisi Tipu Tukang Bubur di Cirebon, Kapolri: Pecat dan Pidanakan
Ia mengingatkan orang tua--orang tua kalau menakut-nakuti anaknya selalu mengatakan kalau nakal akan dilaporkan polisi. "Ini kan menanamkam stigma negatif terhada Polri yang tertanam sampai mereka dewasa," ujarnya.
Untuk itu Heri mengajak masyatakat mulai menanamkan stigma positif terhadap Polri kepada anak-anak mereka. Ia bersyukur karena dari hasil survei kepercayaan masyarakat terhadap Polri terus meningkat.
Hal senada disampaikan oleh Aba Subagja dari Kementerian PANRB, bahwa peran Polri sangat dibutuhkan masyarakat.
Ia mengapresiasi Polri yang sangat terbuka, dan terus meningkatkan kompetensi anggotanya dalam mengantisipasi perkembangan tekhnologi.
Baca juga: STIK akan Jadi Universitas Kepolisian Indonesia
"Yang dibutuhkan adalah memperkuat kolaborasi dengan kementerian/lembaga lain untuk lebih meningkatkan kemampuan Polri dalam menanganu masalah sosial dengan humanis dan presisi," tutur Aba.
DPR Siap Pulihkan Persepsi Positif Polri di Mata Masyarakat
Anggota Komisi III DPR R,I Andi Rio Idris Pandjalangi, menyampaikan kesiapan DPR RI untuk mendukung upaya Polri memulihkan persepsi positif masyarakat.
"DPR punya fungsi pengawasan dan fungsi anggaran. Kami siap mendukung upaya menghilangkan stigma negatif masyarakat terhadap Polri," tegas anggota DPR RI dari Fraksi Golkar itu.
Kekurangan SDM
Sebelumnya Kombes Pol. Hari Haryadi, Kabag Pangkat ASDM Polri, dalam paparannya menyampaikan bahwa jumlah anggota Polri sebanyak 460 ribu baru mencapai 68% dari kebutuhan. Sementara jumlah rekrutmen setiap tahun tidak sebanding dengan yang keluar.
"Setiap tahun yang keluar 11 ribu personel, sementara jumlah yang direkrut 10 ribu. Jadi kalau tidak ada anggota yang pensiun saja, jumlah ideal Polri butuh waktu 30 tahun " ungkap Heri.
Karena itu, lanjut Kombes Pol. Heri Haryadi, struktur terbesar di Polri adalah berpangkat Bintara. Kepada para Bintara inilah Polri memberikan harapan Polri akan lebih baik di masa depan.
Baca juga: Sambut HUT Ke77 Bhayangkara, Kakorlantas Gelar Safety Riding Police Contest
Mengenai strategi peningkatan SDM Polri, Kombes Heri Haryadi menyebut melalui pendidikan kepada anggotq, dan perbaikan sistem rekrutmen untuk anggota baru.
Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Pandjalangi mengingatkan masyarakat untuk menilai Polri jangan hanya melihat profil anggota Polri di kota-kota besar.
"Lihatlah di daerah, banyak anggota Polri yang menyisihkan gajinya untuk membantu masyarakat," kata Andi Rio seraya menunjuk contoh di dapilnya di Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Ia mengajak masyarakat untuk menilai obyektif terhadap polisi. "Ada yang tidak baik, tetapi pasti lebih banyak yang baik," pungkasnya. (RO/S-4)
Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan patroli jalan kaki dan mobile di kawasan Blok M untuk mencegah pencopetan setelah insiden copet viral di media sosial.
SEORANG pria diduga memanggul mayat di RT 012 RW 06 Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Ia terekam oleh kamera pengawas CCTV. Kepolisian langsung melakukan penyelidikan
Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Lahir di Merauke pada 24 Januari 1972, karier Brigjen Pol Yulius Audie Latuheru didominasi oleh bidang reserse.
kasus yang menimpa Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta serta arogansi terhadap penjual es gabus menunjukkan polisi tidak lagi menghayati perannya sebagai pelayan masyarakat.
KASUS Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta, serta perlakuan intimidatif terhadap penjual es gabus karena pemahaman keliru jiwa korsa di tubuh kepolisian dianggap pemicu arogansi aparat.
kasus yang menimpa Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta serta arogansi terhadap penjual es gabus menunjukkan polisi tidak lagi menghayati perannya sebagai pelayan masyarakat.
KEHADIRAN teknisi pelayanan darah yang kompeten harus terus didorong demi mendukung kedaulatan kesehatan nasional.
Pada pelayanan tersebut ada 55 jenis di antaranya 23 Unit Pelayanan Publik (UPP) yang diturunkan langsung ke tengah masyarakat.
Penyederhanaan pelayanan dan reformasi birokrasi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Eman-Dena mengajak kepada seluruh ASN untuk bersinergi menyukseskan 17 poin yang tertera sebagai program prioritas 100 hari kerja
WAKIL Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan peringatan HUT Korpri tahun ini diharapkan menjadi momentum meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved