Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
GAYA komunikasi politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan bacapres Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo yang muncul di permukaan memang terdapat perbedaan.
Perbedaan tersebut tampil di hadapan publik yang kemudian diartikan sebagai gestur bahwa mantan Wali Kota Solo tersebut lebih nyaman dengan Prabowo Subianto dibandingkan dengan Ganjar.
Pakar komunikasi politik Universitas Airlangga Irfan Wahyudi mengatakan perbedaan gestur tersebut memang benar adanya bahkan pernah dinyatakan secara blak-blakan oleh Jokowi bahwa dirinya lebih nyaman dengan Prabowo untuk menggantikannya kelak.
“Saya melihat ada gestur ke arah sana dan sebetulnya kita sudah tahu dari sinyal seperti salah salah satunya pendukung Jokowi terhadap Prabowo ada deklarasi mendukung Prabowo di Solo. Itu sebegai berimbangan dari kombinasi partai yang mendukung Jokowi seperti PDIP,” ujarnya, Selasa (20/6).
Baca juga : Jokowi Akui Pertemuan dengan Prabowo di Bogor Bahas Politik
Sikap PDI Perjuangan (PDIP) yang sudah melabuhkan pilihan kepada Ganjar membuat pilihan Jokowi terkunci untuk memilih pilihannya. Jokowi sejak dulu dianggap sosok yang independen namun tetap membutuhkan suara seolah dia dekat dengan PDIP.
Baca juga : Tak Mau Kalah dengan Prabowo, Puan Sebut Juga Akrab dengan Jokowi
“Tapi yang terlihat di publik dia dekat dengan Prabowo dan sangat cair. Dan PDIP tidak terlihat melawan ini secara terang-terangan”
Jokowi sambung dia terlihat ingin melepaskan diri dari identitas sebagai petugas partai atau keluar dari bayang-bayang partai tertentu seperti PDIP. Sedangkan di sisi lain banyak partai politik yang mengekor kepada partai banteng tersebut yang ingin mengikutsertakan Jokowi salah satunya PSI.
“Kata kuncinya adalah siapa king maker sejati di sini karena Jokowi tidak mau melepas Prabowo dengan siapa nantinya. Mungkin juga Jokowi menilai keadaan calon presiden Ganjar bahwa kamu tidak bisa hanya seperti ini. Ganjar sangat kental PDIP-nya kita tidak tahu prestasinya apa. Jokowi juga menghitung soal kepatuhan Ganjar,” tukasnya.
Menanggapi kedekatan antara Jokowi dan ketua umumnya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menilai hal tersebut sudah dibaca selama ini oleh kader partai Gerindra dan publik. Kearaban tersebut pun dinilai sebagai ciri atau identitas bangsa yang ramah serta akrab dengan siapa pun.
“Kalau kita melihat kearaban itu ya biasa saja saling komunikasi. Karena kan memang begitu sifat kekeluargaan kita ini memang kental dan jadi kepribadian bangsa,”ucapnya.
Dasco tidak mau membandingkan kedekatan ketua umumnya itu dengan orang lain dan mempersilahkan publik untuk menilai.
“Saya tidak bisa membandingkan kedekatan satu sama lain tapi hal itu bisa dilihat,” tandasnya. (Z-8)
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo dicecar pertanyaan penyidik Polda Metro Jaya dengan 10 pertanyaan mendalam selama 2,5 jam di Mako Polresta Surakarta, Rabu (11/2).
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
SEBANYAK 550 foto hasil jepretan Mohammad Guntur Soekarnoputra dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Berlangsung 7 – 13 Juni 2025.
RELAWAN Ganjar Pranowo atau Ganjarist menggelar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 yang dilaksanakan secara serempak
Ganjar mengungkapkan bahwa bantuan dana untuk partai bisa berasal dari berbagai sumber tak hanya terbatas pada APBN.
Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menjelaskan tiga fokus utama pada para kader PDIP yang baru terpilih sebagai kepala daerah.
KETUA Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo menghadiri sidang Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved