Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
API Pancasila harus terus dinyalakan karena merupakan dasar negara sekaligus jalan spiritual bangsa. Jangan sampai anak bangsa tidak lagi peduli dengan Pancasila dan malah mempertanyakan relevansinya.
Pegiat spiritual dari Pusaka Indonesia, Setyo Hajar Dewantoro mengatakan menyalakan api Pancasila tidak lah mudah dan itu merupakan pekerjaan agung. Dia menyebutnya 'kerja raksasa'.
Menurutnya butuh manusia berjiwa Pancasilais untuk bisa mengembalikan lagi nyala api Pancasila yang dinilainya kini telah redup.
"Generasi itu lahir jika menjalani ajaran dan laku spiritual yang dipraktikkan dan ajarkan sebagai spiritualitas murni dan dikembangkan lewat latihan yang terus menerus. Tentu saja, tak banyak yang tertarik, tak siap dan sanggup melakoninya," kata Setyo dalam Kuliah Kelas Konstitusi Seri ke-3 di Foko, Senen, Jakarta, akhir pekan lalu.
Baca juga: Pancasila dan Pendidikan
Namun demikian, untuk melahirkan lagi dan menciptakan manusia berjiwa Pancasilais ada banyak tantangan dahsyat. Jalan membangun manusia Pancasilais ini adalah jalan sunyi, yang tidak banyak temannya dan pendukung ekosistemnya.
"Oleh kaum religius dianggap sesat karena tak sesuai kitab suci. Sedang bagi pemeluk spiritualitas lokal juga dianggap salah karena tak selaras dengan pakem, paugeran, yang telah dilembagakan sebagai adat dan tradisi," kata dia.
Setyo mengatakan untuk menyalakan api Pancasila saat ini tidaklah mudah, sebab semua lini kehidupan termasuk ekonomi politik sudah tidak punya roh Pancasila.
"Bagaimana kita mewujudkan karakter orang berjiwa Pancasilais, makanya perlu ada jembatan atau metode namanya hening cipta, yaitu menjalankan laku tindakan menyadari betul betul keilahian di dalam diri, menyadari nafas kita hidup dituntut tuntutan paling agung dari Tuhan, yang diturunkan di rekung hati," katanya.
Baca juga: Akademisi: Nilai Pancasila Beri Ruang bagi Setiap Komunitas Agama
Sebagai langkah untuk mewujudkan manusia berjiwa Pancasilais itu, Setyo mengharapkan seharusnya muncul komunitas kecil yang betul-betul memegang teguh dan mempraktikkan ideologi Pancasila.
"Kalau tanpa ada orang berjiwa Pancasilais, kita mau apa saja pasti mentok, kita berhadapan dengan kekuatan yang sangat luar biasa, ekonomi ya politik. Satu-satunya jalan ya jalan keajaiban," kata dia.
Setyo mengatakan manusia berjiwa Pancasilais itu adalah karakter manusia Indonesia yang betul betul bernilai peradaban.
"Manusia jiwa Pancasilais itu antara kata kata tindakan bisa sinergis, yang betul-betul tak lagi hipokrit, yang betul-betul mencintai negeri ini tidak sektarian," kata dia. (*)
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Penutup tahun di Braga pun menjadi simbol transisi: menoleh ke belakang untuk menghargai proses, lalu melangkah ke depan dengan optimisme menyambut 2026 dan meraih mimpi.
Kemenpora bersama FAO mendorong keterlibatan generasi muda Indonesia dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Generasi muda Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan dalam cara mempersiapkan masa depan finansial mereka.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Simak penjelasan lengkap mengenai macam-macam ideologi di dunia, mulai dari Liberalisme, Komunisme, hingga Pancasila, serta karakteristik utamanya.
Pengalaman menjadi korban perundungan dapat menimbulkan rasa dendam, penolakan sosial, dan kehilangan makna diri, yang dapat membuat remaja lebih rentan terhadap pengaruh ideologi ekstrem.
BPIP bukan sekadar simbol pembinaan ideologi, tetapi menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila.
Dalam konteks geopolitik modern, konsep proxy war atau perang perwakilan memiliki peran penting dalam memahami dinamika kekuatan global
Semua komponen bangsa harus bahu membahu menciptakan rasa aman sebagaimana arahan Presiden RI.
Dengan politik jalan tengah itu, Bivitri mengatakan program-program yang ditawarkan partai politik sekadar gimik belaka, bukan program yang berkarakter ideologi kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved