Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
REKTOR Universitas Negeri Malang Prof Dr Hariyono mengatakan Pancasila merupakan konsep wasathiyah atau jalan tengah yang mempersatukan keberagaman Indonesia, termasuk memberi ruang bagi setiap komunitas agama.
Dia menyebut dengan adanya Pancasila, Indonesia sebagai sebuah bangsa mempunyai tanggung jawab untuk ikut menciptakan perdamaian dunia.
"Jadi, tidak menjadi negara agama, tapi sekaligus tidak anti-agama. Tidak menjadi negara individualis, iya memberi kebebasan kepada individu, tapi juga menghargai kepentingan publik. Justru Pancasila memberi ruang bagi setiap komunitas agama itu menghargai eksistensi kemanusiaan dan keyakinan setiap orang," tutur Hariyono seperti dikutip Antara di Jakarta, Kamis (8/6).
Menurut dia, contoh ideal dari implementasi Pancasila dalam tataran sosial adalah saling menghargai hak warga negara untuk mengakui dan mengamalkan ibadah sesuai keyakinannya, serta memperlakukan orang lain secara adil dan beradab.
Hariyono menegaskan, setiap warga negara memiliki posisi yang setara di depan hukum, tidak peduli mayoritas atau minoritas. Hal ini, lanjut dia, merupakan prinsip negara modern, sehingga Indonesia menjadi negara yang inklusif.
"Inilah yang dibutuhkan kedewasaan, karena faktanya masih ada sebagian oknum agama atau oknum tokoh tertentu yang memaksakan atau melarang keyakinannya pada orang lain," katanya.
Baca juga: Guru Besar FK UKI: Pentingnya Kemajuan Teknologi Bidang Ilmu Penyakit Mata di Indonesia
Pancasila sebagai falsafah dasar negara dan menjadi sumber dari segala sumber hukum telah tercantum dalam Undang-Undang 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundangan-undangan.
Dalam undang-undang tersebut, dijelaskan setiap materi muatan kebijakan negara tidak boleh bertentangan dengan nilai yang terkandung dalam Pancasila.
"Bagaimana regulasi dan kebijakan politik, itu bisa mendukung terealisasinya nilai-nilai Pancasila. Supaya nilai Pancasila itu tidak terkoyak oleh perilaku-perilaku yang tidak baik," ucap mantan Wakil Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu.
Dia menambahkan, Pancasila perlu diperjuangkan secara terus-menerus agar tidak hanya menjadi jargon atau identitas belaka. Menurutnya, Pancasila merupakan tolak ukur dalam kehidupan sehari-hari, di samping juga menjadi tujuan dalam hidup berbangsa.
Oleh sebab itu, Hariyono mendorong pentingnya edukasi Pancasila bagi setiap generasi bangsa. Dia berpendapat, Pancasila tidak bisa menjadi nilai yang diterapkan dan diterima oleh anak muda begitu saja tanpa ada proses sosialisasi dan perjuangan.
"Sosialisasi internalisasi yang paling efektif adalah melalui pendidikan. Makanya justru di sini nilai-nilai Pancasila seyogianya itu
dikembangkan, mulai pendidikan anak usia dini sampai pendidikan tinggi," pungkasnya. (Ant/I-2)
Pelajari 7 butir Sila Ketiga Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 serta contoh pengamalan nyata untuk menjaga persatuan Indonesia di tahun 2026.
Pahami 10 butir Sila Kedua Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 dan cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari serta dunia digital tahun 2026.
Pelajari 7 butir Sila Pertama Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 serta contoh pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari dan dunia digital.
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
AWAL tahun 2026 menghadirkan sebuah kejutan penting bagi Indonesia.
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
Kemenag memperkenalkan konsep ekoteologi dan peran agama sebagai sumber harmoni sosial
Film Patah Hati yang Kupilih berfokus pada hubungan Alya dan Ben, yang terbentur tembok besar perbedaan agama yang diperparah oleh penolakan restu orangtua.
MENTERI Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan akan terus berusaha agar umat semakin dekat dengan ajaran agamanya.
MENTERI Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kementerian Agama harus memainkan peran strategis sebagai jembatan dan mediator antara negara dan civil society.
MEDIA (cetak, elektronik, dan digital) disadari atau tidak bukan semata penyampai pesan.
Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, kegiatan Ngaji Budaya menjadi sarana efektif untuk mengajak generasi muda mencintai seni dan budaya, tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved