Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KOALISI Perubahan untuk Persatuan (KPP) tetap konsisten untuk berpolitik secara dewasa dan bahagia. Sikap tersebut sudah selayaknya diterapkan semua politik dan elite partai untuk menciptakan situasi yang damai tanpa kebencian dan kemarahan dalam berdemokrasi khususnya dalam menghadapi kontestasi Pemilu 2024. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya yang sekaligus menjawab pernyataan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto terkait kampanye yang dilakukan Anies Baswedan.
“Sudah selayaknya Ganjar tidak berkampanye dengan gaya Anies karena memang berbeda. Dan tentu saja kami berpolitik dengan gembira tidak ada kebencian karena kami mengedepankan kedewasaan berpolitik,” ujarnya, Jumat (28/4)
Perbedaan gaya kampanye setiap capres pasti berbeda, namun Willy mengingatkan untuk tidak menggunakan narasi kebencian dan perbedaan yang dibuat berlebihan. Bahkan dia meminta untuk setiap capres tidak menggunakan abuse of power khususnya yang masih menjabat sebagai pejabat negara.
Baca juga: Elektabilitas Tiga Poros Seimbang, Cawapres jadi Penentu
“Yang pasti kami mengingatkan untuk tidak menggunakan abuse of power. Kita berpolitik yang sehat, bahagia dan dewasa,” ucapnya.
Juru bicara PKS Muhammad Kholid mengatakan Anies Baswedan membawa narasi kinerja dan prestasi dari kepemimpinan di Jakarta. Kerja yang dilakukan Anies di Jakarta bukan hanya disaksikan oleh warga Jakarta tetapi juga oleh warga di luar Jakarta.
Baca juga: Bersaing dengan Ganjar Pranowo, Anies Baswedan Harus Punya Strategi
“Karena bagaimanapun juga, Jakarta adalah ibu kota Indonesia. Jadi adalah wajar jika Anies hadir di berbagai daerah di Indonesia mendapat sambutan yang meriah dan antusias dari masyarakat luas,” terang Kholid.
Faktanya, sambung Kholid, Anies sudah mulai safari kebangsaan setelah purna tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta sehingga tidak ada terikat dengan tanggung jawabnya sebagai abdi masyarakat.
“Jadi tidak ada masalah. Kalau Pak Ganjar sekarang masih tugas di Jawa Tengah, maka secara moral dan konstitusional harus bekerja dan tuntaskan amanah di Jawa Tengah,” ungkapnya. (Sru/Z-7)
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Pengurus DPC yang dilantik merupakan representasi dari desa dan kelurahan di kecamatan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
MENJELANG Ramadan, kegelisahan sering muncul tanpa sebab yang jelas. Ada rindu yang tertahan, ada takut yang samar, dan ada rasa bersalah yang lama bersembunyi di dasar hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved