Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum akan bebas besok, pada Selasa (11/4). Setelah bebas, Anas akan menemui Susilo Bambang Yudhoyono dan berjanji akan beri pidato khusus yang berisi kejutan.
"Terkait penjemputan dan penyambutan Mas Anas Urbaningrum pada Selasa, (11/4) di Lapas Suka Miskin, Bandung. Dan mengenai isi pidato Mas Anas, dapat kami sampaikan bahwa Mas Anas akan memberikan kejutan pada pidatonya besok," kata Kornas Sahabat Anas Urbaningrum, Muhammad Rahmad.
Rahmad menambahkan,"Mas AU keluar dari lapas Sukamiskin jam 14.00 WIB, dilanjutkan acara pelepasan oleh Kepala Lapas dan Pidato Mas Anas yang secara khusus akan disampaikan dihadapan Sahabat sahabat. Selanjutnya semua bergabung di RM Ponyo, Cinunuk untuk acara buka puasa dan silaturrahim."
Baca juga : Pimnas PPI Harapkan Anas Urbaningrum Kembali Berkiprah Bangun Bangsa Lebih Baik
Lalu, Anas akan memiliki agenda dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sementara itu, melalui Rahmad, Anas mengklaim tidak memiliki urusan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) termasuk pengajuan PK oleh Moeldoko terhadap Partai Demokrat.
"Mas Anas tidak punya urusan dengan AHY tapi memiliki agenda khusus dengan SBY," pungkas Rahmad singkat.
Baca juga: PKN Bakal Boyong Anas Urbaningrum di Pemilu 2024
Maka dari itu, diharapkan bagi simpatisan Anas agar tidak membawa atribut apapun, termasuk tulisan-tulisan. Tidak membawa senjata tajam atau bahan yang mudah terbakar. Diminta agar seluruh komponen yang hadir dalam penjemputan bisa sama-sama menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan, bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. (MGN/Z-4)
SBY menyatakan bahwa kendali kepemimpinan Partai Demokrat sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Partai Demokrat yang sebelumnya sempat menolak usulan Pilkada tak langsung kini mengubah haluan dan setuju atas hal tersebut.
Langkah Partai Demokrat yang memberikan sinyal dukungan terhadap wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD kini disoroti.
SIKAP Partai Demokrat yang menyatakan mendukung wacana Presiden Prabowo Subianto soal pilkada lewat DPRD menuai sorotan.
Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya selidiki laporan Partai Demokrat terkait hoaks yang menyeret SBY. Empat akun medsos dipolisikan atas fitnah korupsi dan status tersangka.
PARTAI Demokrat memberikan sinyal kuat untuk mendukung perubahan sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) di masa mendatang.
Lima menteri turut tergugat, yakni Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ATR/BPN, Menteri ESDM, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi.
SBY menyatakan bahwa kendali kepemimpinan Partai Demokrat sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Partai Demokrat yang sebelumnya sempat menolak usulan Pilkada tak langsung kini mengubah haluan dan setuju atas hal tersebut.
Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya selidiki laporan Partai Demokrat terkait hoaks yang menyeret SBY. Empat akun medsos dipolisikan atas fitnah korupsi dan status tersangka.
Laporan Partai Demokrat tersebut teregistrasi dengan nomor: LP/B/97/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.
Demokrat menyatakan keberatan mendalam karena merasa dirugikan secara institusi maupun nama baik tokoh sentral partai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved