Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI BUMN Erick Thohir konsisten mendapat elektabilitas tertinggi sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk Pilpres 2024.
Berbanding terbalik dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), keunggulan Erick Thohir terbukti dalam sejumlah kinerjanya untuk masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan pengamat politik dari Indo Barometer M.Qodari.
Baca juga: Elektabilitas Tinggi, Erick Thohir Cawapres Terkuat dari Kalangan NU
Qodari mengatakan, kemunculan Erick Thohir pada daftar elektabilitas teratas seiring dengan kinerja cemerlangnya menakhodai Kementerian BUMN.
Sejumlah kebijakan Erick Thohir, menurut Qodari, mampu membuat perekonomian masyarakat semakin baik.
Sebagai Menteri BUMN, Erick Diunggulkan
Qodari juga menilai Erick berbeda dengan AHY, sebagai putra mantan Presiden keenam Indonesia yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). AHY dinilainya kurang memiliki peran yang menyentuh langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Baca juga: Relawan Puan Gelar Buka Puasa Bersama dan Beri Sembako di Sumsel
“Kemudian kalau bicara Erick Thohir tidak seperti AHY. Erick Thohir sudah menjabat menteri BUMN," ujar Qodari.
Hasil Survei Indo Barometer
Kondisi tersebut tidak terlepas dari hasil survei Indo Barometer periode 12-27 Februari 2023. Survei menyajikan temuan bahwa Erick Thohir mampu puncaki daftar elektabilitas teratas sebagai cawapres untuk Pilpres 2024.
Baca juga: Calon Pendamping Anies Paling Cepat Diumumkan Juli 2023
Eks Presiden Inter Milan ini berada di posisi teratas dengan perolehan elektabilitas sebesar 22,9 persen. Disusul Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 15,8 persen, kemudian jauh di belakang yakni Muhaimin Iskandar 6,7 persen.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, hasil kerja nyata Erick Thohir menjadi faktor kuat tingginya tingkat keterpilihan di masyarakat.
Erick Thohir dinilai Qodari berhasil menghadirkan kepemimpinan yang mengedepankan kepentingan bangsa bukan golongan.
Erick Dorong Kebijakan 'Bersih-Bersih BUMN'.
Dia memaparkan kepemimpinan gemilang Erick Thohir sudah terlihat sejak digenjotnya kebijakan 'Bersih-Bersih BUMN'.
Karena berkat itu, Erick Thohir mampu membongkar skandal-skandal korupsi besar yang selama ini menggerogoti negara.
Baca juga: Puan Temui Jokowi Bahas Pemenangan PDI Perjuangan
"Kemudian hasil-hasil kerjanya sudah kelihatan menindak tegas penyelundupan harley dan brompton di pesawat Garuda oleh direksi Garuda," papar Qodari.
Lebih dari itu, Qodari menyebut, ketegasan kepemimpinan Erick Thohir juga sangat dikagumi seluruh masyarakat Tanah Air. Misal pengungkapan skandal korupsi di Jiwasraya.
Erick Thohir tidak hanya membongkar namun juga mencari solusi agar masyarakat khususnya nasabah tidak lagi-lagi merugi.
"Kemudian menindak tegas penyalahgunaan di Jiwasraya, bahkan dana dari nasabah itu diupayakan untuk dikembalikan," terang Qodari.
Karenanya dia mengatakan, hal demikian merupakan sebuah terobosan besar bukti kerja konkret Erick Thohir sebagai Menteri BUMN.
Menurut Qodari, berbeda dengan AHY yang belum begitu terlihat kontribusi kinerja maupun kemampuan kepemimpinannya sampai saat ini terhadap masyarakat. (RO/S-4)
PASAL mengenai persyaratan calon Presiden dan calon Wakil Presiden dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu atau UU Pemilu kembali digugat ke MK agar bebas dari nepotisme
UU Pemilu digugat meminta keluarga Presiden dan/atau Wakil Presiden yang sedang menjabat dilarang mencalonkan diri sebagai capres dan cawapres
PSI mengatakan keputusan soal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada pilpres 2029 akan diserahkan pada presiden.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
Gibran yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Presiden berada di posisi ke empat dengan perolehan elektabilitas 4,8 persen.
Ibas-Puspa unggul telak sebesar 45,1% di atas margin of Error dengan petahana Budiman-Akbar yang hanya sebesar 38,3%, dan Pasangan penantang lainnya Isrullah-Usman sebesar 9,1%.
Elektabilitas pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen mengungguli Andika Perkasa-Hendrar Prihadi.
Pasangan calon nomor urut 2, Akhmad Gunadi Nadalsyah-Sastra Jaya dengan elektabilitas 58,0% masih mengungguli pasangan nomor urut 1, Gogo Purman Jaya-Hendro Nakalelo dengan 32,8%.
Elektabilitas pasangan calon (paslon) nomor urut 2, AlHaris-Abdullah Sani dengan 57,2%, masih unggul jauh dibandingkan pasangan nomor urut 1, Romi Hariyanto-Sudirman, yang hanya 26,7%.
Elektabilitas calon bupati (cabup) Bandung nomor urut 1, Sahrul Gunawan masih unggul dibandingkan rivalnya cabup Bandung nomor urut 2, Dadang Supriatna.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved