Rabu 22 Maret 2023, 08:00 WIB

Transaksi Mencurigakan Rp349 Triliun Mayoritas Terkait Ekspor-Impor dan Perpajakan

Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum
Transaksi Mencurigakan Rp349 Triliun Mayoritas Terkait Ekspor-Impor dan Perpajakan

MI/Susanto
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana

 

KEPALA Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengatakan transaksi mencurigakan senilai lebih dari Rp349 triliun yang merupakan tindak pidana pencucian uang (TPPU) tidak terjadi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Transaksi itu terkait kasus impor dan ekspor serta perpajakan.

"Bukan di Kemenkeu. Tapi terkait dengan tugas pokok dan fungsi Kemenkeu, sebagai penyidik tindak pidana asal. Itu kebanyakan, terkait dengan kasus impor-ekspor, kasus perpajakan," kata Ivan saat rapat kerja dengan Komisi III DPR, Jakarta, Selasa (21/3).

Ivan mengungkapkan temuan pada satu kasus ekspor dan impor terdapat transaksi mencurigakan yang nilainya mencapai Rp40 triliun hingga Rp100 triliun. Temuan itu berdasarkan temuan PPATK melalui Laporan Hasil Analisis (LHA).

Baca juga: Sri Mulyani Jelaskan Transaksi Mencurigakan Rp349 Triliun

PPATK telah menemukan oknum yang terdeteksi bermain di sektor ekspor dan impor serta perpajakan. PPATK juga menemukan tindak pidana asal dari kedua instrumen kelembagaan tersebut.

"Jadi sama sekali tidak bisa diterjemahkan kejadian tindak pidananya itu di Kemenkeu. Itu jauh berbeda. Jadi kalimat di Kemenkeu itu juga ada kalimat yang salah," ucap Ivan.

Baca juga: Ceramah Politik di Rumah Ibadah Dibolehkan? Mahfud MD: Politik Kebangsaan, bukan Praktis

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan PPATK telah mengklarifikasi dan meluruskan soal transaksi mencurigakan bernilai fantastis itu ada di area Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Pajak

"Jadi sebenarnya Pak Ivan sendiri tidak menyampaikan ke publik duluan. Hanya melaporkan langsung kepada ketua komite (TPPU)," ujar Sahroni.

Ketua Komite TPPU yang dimaksud ialah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Ivan sebagai Sekretaris Komite TPPU.

"Pak Ivan sendiri sebenarnya tidak menyampaikan itu ke publik duluan, menyampaikan selaku sekretaris, menyampaikan itu kepada ketua Komite ini. Tapi ketua komite menyampaikan ke publik, tapi tidak dengan detail. Tapi ini kan akhirnya menjadi pertanyaan banyak orang," ucap Sahroni. (Z-3)

Baca Juga

MI/Siti Fauziah Alpitasari

Ini Jawaban Polri Soal Usulan Kepala BNPT dan BNN Disandang Jenderal Bintang Empat

👤Siti Fauziah Alpitasari 🕔Jumat 09 Juni 2023, 10:38 WIB
"Karena apa? Karena kalau dia bintang tiga dia masih di bawah Kapolri. Seharusnya dia independen dan menjadi bintang...
MI/Susanto

Hasbi Hasan Temui Mantan Jaksa KPK Usai OTT di MA

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Jumat 09 Juni 2023, 10:15 WIB
Usai OTT di MA, Hasbi Hasan sempat menemui Jaksa Dody W Leonard...
MI/Siti Fauziah

Penyanyi Nindy Ayunda Berpeluang Diperiksa Kembali Kasus Dito Mahendra

👤Siti Yona Hukmana 🕔Jumat 09 Juni 2023, 09:05 WIB
Polri berencana kembali memanggil penyanyi Nindya Ayunda terkait kepemilikan senjata api dari Dito...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya