Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KONFLIK bersenjata hingga kini masi saja terus berulang terjadi di Tanah Papua. Peneliti kajian Papua dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adriana Elizabeth menjelaskan aspek kekereasan perlu segera dihilangkan untuk mengatasi konflik di Papua.
"Kalau kita mau selesaikan tentu dari aspek kekerasan yang harus dihilangkan. Kita harus tau sumber kekerasan itu apa. Perlu dibicarakan bersama penyelsaiannya sepeti apa," ungkap Adriana saat dibubungi di Jakarta, Jumat (10/2).
Menurut Adriana konflik di Papua harus cepat diselesaikan karena berlangsung sudah sejak lama. Pemerintah dan pihak yang berkonflik perlu duduk bersama untuk menentukan sumber utama permasalahan di Papua.
"Kekerasan ini terjadi kan karena konflik senjata. siapa yg suplai. Ini kan harus dicari," ungkapnya.
Adriana sepakat bahwa tindakan kriminal yang terjadi di Papua memang perlu dihadapi dengan tegas. Namun menurutnya penyelesaian konflik dengan kekerasan bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan.
Baca juga: KSAD Berangkatkan Pasukan TNI AD ke Papua Tumpas KKB
"Harus ada pendekatan lain. Kelompok bersenjata perlu dihadapi oleh aparat kemanan bersenjata. tapi itu bukan satu-satunya cara."
Meskipun sebelumnya TNI pernah menolak solusi jeda kemanusiaan karena dianggap sebagai pendekatan tidak tepat bagi penyelesaian konflik dengan TPNPB-OPM, menurut Elizabeth, upaya seperti itu masih diperlukan.
“Kalau bisa dikasih terobosan dengan jeda kemanusiaan atau minimal koridor kemanusiaan, ya para pihak itu harus sepakat untuk menghentikan konflik, apapun alasannya. Kalau bisa dicapai itu kemudian dalam waktu sesingkat-singkatnya, korban diselamatkan,“ katanya.
Jeda kemanusiaan merupakan solusi berupa kesepakatan antara kedua belah pihak untuk menghentikan konflik selama rentang waktu tertentu.
“Kalau koridor kemanusiaan itu lebih pendek, misalnya satu minggu. Jangan tembak-tembakan, kalau bisa sekalian sandera dilepas kemudian apa yang diperlukan dipenuhi dulu. (OL-4)
Sepanjang tahun 2025, Kepolisian Daerah Papua mencatat 104 aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dengan korban 94 orang meninggal dunia.
SATGAS Ops Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo berhasil menangkap Iron Heluka, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menamakan dirinya Kodap XVI Yahukimo berikut kronologinya
SATGAS Operasi Damai Cartenz bersama Polres Keerom menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) Maam Taplo, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XV Ngalum Kupel, pada Sabtu (22/11)
Faizal menyebut doktrin KKB terhadap para generasi milenial, merupakan masalah serius. Terlebih, regenerasi anggota KKB telah terjadi dan kerap beroperasi di lima kabupaten.
KEPOLISIAN bersama TNI tengah berupaya mengevakuasi pendulang emas yang selamat dari amukan diduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
SEBANYAK 11 warga sipil pendulang emas dikabarkan menjadi korban pembunuhan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Mereka diduga kuat tewas akibat ditembak oleh KKB Papua.
Sebanyak 228 kepala keluarga (KK) direlokasi ke kawasan perhutanan sosial dengan total luasan mencapai 635,83 hektare.
Forum ini mempertemukan para tokoh agama, akademisi, perwakilan masyarakat sipil, dan pembuat kebijakan dari Uni Eropa dan Indonesia.
Generasi muda serta seluruh elemen bangsa untuk tidak mudah terprovokasi maupun dikuasai emosi. Energi bangsa, katanya, harus diarahkan untuk pembangunan, bukan perpecahan.
Indonesia dipandang perlu menyeimbangkan ketahanan domestik dengan diplomasi proaktif.
Isu performing rights bukan sekadar persoalan legal, tetapi juga refleksi dari tantangan budaya, ekonomi, dan teknologi yang harus dijawab bersama termasuk oleh perguruan tinggi.
Kerja sama antara aparat penegak hukum, lembaga pemerintah terkait dan masyarakat sipil sangatlah penting untuk melindungi anak-anak di wilayah kita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved