Selasa 24 Januari 2023, 17:41 WIB

Mantan Presiden ACT Ahyudin Divonis 3,5 Tahun Penjara

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
Mantan Presiden ACT Ahyudin Divonis 3,5 Tahun Penjara

ANTARA/Reno Esnir
Tersangka mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin saat diperiksa di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (29/7/2022).

 

PENDIRI sekaligus mantan Presiden Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin divonis tiga tahun enam bulan atau tiga setengah tahun penjara terkait perkara dugaan penggelapan dana bantuan sosial untuk korban jatuhnya pesawat Lion Air pada 2018.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun enam bulan penjara," ujar Hakim Ketua Hariyadi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jakarta, Selasa (24/1).

Hakim menilai Ahyudin selaku terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penggelapan dana dari Boeing Community Investment Fund (BCIF) untuk korban jatuhnya pesawat Lion Air pada 2018 itu, sebagaimana dakwaan primer jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, yakni Pasal 374 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Dalam menyusun putusan tersebut, majelis hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan.
 
Hal-hal yang memberatkan, di antaranya perbuatan terdakwa dinilai meresahkan masyarakat luas dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat, terutama bagi ahli waris korban dan penerima manfaat dari dana sosial tersebut.


Baca juga: Kejagung Sita 180 Aset dalam Kasus Korupsi Perumahan Prajurit


Sementara itu, hal-hal yang meringankan di antaranya adalah terdakwa berterus terang, mengakui kesalahan, memiliki keluarga, dan belum pernah dihukum.

Vonis tersebut lebih rendah daripada tuntutan JPU. Sebelumnya pada Selasa (27/12/2022), Ahyudin bersama dua terdakwa lainnya, yakni Presiden ACT periode 2019-2022 Ibnu Khajar dan eks Vice President Operational ACT Hariyana Hermain dituntut hukuman empat tahun penjara oleh JPU.

JPU menilai mereka bersalah melakukan dugaan penggelapan dana BCIF. BCIF merupakan dana yang diserahkan oleh The Boeing Company atas tragedi jatuhnya pesawat Lion Air pada 29 Oktober 2018.
 
JPU mengatakan yayasan ACT telah menggunakan dana bantuan dari BCIF senilai Rp117 miliar dari dana yang diterima sebesar Rp138.546.388.500. Dana yang mereka salurkan kepada korban kecelakaan pesawat Lion Air itu hanya diimplementasikan sebesar Rp20.563.857.503 oleh Yayasan ACT.

Dana sisa itu justru digunakan oleh para terdakwa tidak sesuai dengan implementasi yang telah disepakati bersama Boeing. Atas putusan tersebut, Ahyudin dan tim kuasa hukum menyatakan akan berpikir-pikir selama tujuh hari dalam mengajukan banding. (Ant/OL-16)

Baca Juga

Ist/tiktok

Cegah Ngemis Online, Bareskrim Panggil Influencer Pekan Depan

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 18:50 WIB
Bareskrim Polri akan memanggil sejumlah konten kreator dan influencer media sosial untuk diberikan edukasi mengenai pembuatan konten yang...
dok.ist

Syahganda: Ada Tiga Tokoh yang Mampu Mengawal Gelombang Kebangkitan Islam

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 17:50 WIB
GELOMBANG kebangkitan Islam di Indonesia tidak dapat dihindari ke depan. Semangat Bangsa Indonesia untuk berubah ke arah kehidupan yang...
FOTO/Dok.MI

NasDem: Deklarasi Koalisi Perubahan Hanya soal Waktu

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 17:00 WIB
Gus Choi menuturkan ketiga partai telah sama-sama sepakat tentang visi misi gerakan perubahan yang diusung oleh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya