Minggu 15 Januari 2023, 10:00 WIB

KPK Jamin Lukas Tetap Dipantau Dokter Meski Mendekam di Rutan

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
KPK Jamin Lukas Tetap Dipantau Dokter Meski Mendekam di Rutan

MI/Susanto
Tersangka Gubernur Papua Lukas Enembe dikawal petugas menggunakan kursi roda masuk untuk menjalani pemeriksaan perdana di Gedung KPK, Kamis

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan kesehatan Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe tetap diperhatikan meski berada di rumah tahanan (rutan). Lembaga Antirasuah itu memiliki dokter yang ditugaskan memeriksa para tahanan.

"KPK memiliki dokter yang secara rutin memantai kesehatan para tahanan," kata juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Minggu (15/1/ 2023)

Ali memastikan kesehatan Lukas diutamakan. KPK juga tidak mau hal buruk terjadi terhadap orang nomor satu di Papua itu.

Lukas terjerat kasus dugaan suap dan gratifikasi. Kasus yang menjerat Lukas itu bermula ketika Direktur PT Tabi Bangun Papua Rijatono Lakka mengikutsertakan perusahaannya untuk mengikuti beberapa proyek pengadaan infrastruktur di Papua pada 2019 sampai dengan 2021. Padahal, korporasi itu bergerak di bidang farmasi.

KPK menduga Rijatono bisa mendapatkan proyek karena sudah melobi beberapa pejabat dan Lukas Enembe sebelum proses pelelangan dimulai. Komunikasi itu diyakini dibarengi pemberian suap.

Kesepakatan dalam kongkalikong Rijatono, Lukas, dan pejabat di Papua lainnya yakni pemberian fee 14 persen dari nilai kontrak. Fee harus bersih dari pengurangan pajak.

Setidaknya, ada tiga proyek yang didapatkan Rijatono atas pemufakatan jahat itu. Pertama yakni peningkatan Jalan Entrop-Hamadi dengan nilai proyek Rp14,8 miliar.

Lalu, rehabilitasi sarana dan prasarana penunjang PAUD Integrasi dengan nilai proyek Rp13,3 miliar. Terakhir, proyek penataan lingkungan venue menembang outdoor AURI dengan nilai proyek Rp12,9 miliar.

Lukas diduga mengantongi Rp1 miliar dari Rijatono. KPK juga menduga Lukas menerima duit haram dari pihak lain.

Rijatono disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) atau Pasal 5 ayat (2) dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan, Lukas disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 dan pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (OL-13)

Baca Juga: KPK: Lukas Enembe Contoh Pejabat Ugal-ugalan

Baca Juga

Dok.  MI/ Bary Fathahilah.

ICW Desak DPR dan Pemerintah Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Kades

👤Putra Ananda 🕔Jumat 27 Januari 2023, 17:13 WIB
Berdasarkaan data tren indikasi korupsi yang telah diinvetarisir oleh ICW setiap tahunnya menunjukkan fenomena yang mengkhawatirkan tentang...
DOK Google.co.id.

Kemenangan dan Kekalahan dalam Judi Daring sudah Diatur

👤tri subarkah 🕔Jumat 27 Januari 2023, 16:58 WIB
Hal itu diungkapkan langsung oleh Kasubdit 1 Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Reinhard Hutagaol saat mengungkap komplotan judi daring...
DOK Google.co.id.

Bareskrim Tangkap 12 Komplotan Judi Daring Mastertogel78

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 27 Januari 2023, 16:32 WIB
Situs Mastertogel78 menyediakan tiga jenis permainan judi, yaitu slot, kasino, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya