Sabtu 14 Januari 2023, 16:47 WIB

Cegah Penyelundupan Senjata, DPR Minta Perbatasan Laut Dengan Filipina Diawasi Ketat

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
Cegah Penyelundupan Senjata, DPR Minta Perbatasan Laut Dengan Filipina Diawasi Ketat

Medcom
Anton Gobay dan senjata yang akan diselundupkan dari Filipina ke Indonesia.

 

ANGGOTA Komisi III DPR Fraksi Partai Nasdem Eva Yuliana meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan di perbatasan dengan Filipina. Hal ini dilakukan menyusul ditangkapnya Anton Gobay terkait kepemilikan senjata api ilegal di Filipina. Senjata api tersebut akan dijual di Papua.

Eva mengatakan pembelian senjata api ilegal dari Filipina bukan kali ini terjadi. Sebelum ditangkapnya Anton Gobay, ia mengaku ada transaksi senjata api ilegal dari Filipina ke Indonesia.

Eva mengatakan wilayah selatan Filipina menjadi salah satu wilayah yang rawan penyelundupan senjata ke Indonesia. Maka dari itu, ia meminta pemerintah memperketat pengawasan di perbatasan. "Pengawasan di perbatasan laut kita harus diperketat, sehingga penyelundupan bisa digagalkan," kata Eva, kepada Media Indonesia, Sabtu (14/1).

Lebih jauh, Eva meminta Polri untuk terus untuk mengusut jaringan atau kelompok yang terkait dengan Anton Gobay. Bahkan, ia meminta Anton Gobay dibawa ke Indonesia untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Tentunya kita mengapresiasi kepolisian Filipina yg telah menangkap yang bersangkutan, dan mendorong pemerintah untuk segera membawa tersangka ke Indonesia untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Sebelumnya, Anton Gobay ditangkap kepolisian Filipina terkait kepemilikan senjata api (senpi) laras panjang ilegal pada Sabtu, 7 Januari 2023. Pilot Indonesia yang bekerja di Filipina itu ditangkap bersama dua warga lokal di Provinsi Sarangani, Filipina.

Dalam penangkapan tersebut Polisi Filipina turut menyita barang bukti berupa senjata api laras panjang. Di antaranya 10 unit Colt AR-15, sebuah Para Riffle 9mm, 20 buah magasine, dan 10 buah senjata yang belum dirakit.

Anton diketahui membeli 10 senjata laras panjang jenis M4 kaliber 5,56 mm tanpa amunisi senilai 50 ribu Peso dan dua pucuk senjata api laras pendek jenis Ingram dengan kaliber 9 mm senilai 45 ribu Peso, tanpa amunisi. Senjata ilegal itu dibeli dari seseorang yang tak disebutkan identitasnya di wilayah Danao City, Provinsi Cebu, Filipina.

Pembelian itu dilakukan untuk bisnis jual beli senpi di Papua. Anton melihat prospek bisnis jual beli senpi di Bumi Cendrawasih meyakinkan. Dia hendak menjual kepada siapapun dengan harga tinggi. Termasuk ke kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Polri telah menginterogasi Anton Gobay di Filipina. Warga Indonesia asal Papua itu mengaku simpatisan yang mendukung Organisasi Papua Merdeka (OPM). (OL-15)

 

Baca Juga

dok.ant

Polri dan TNI Gelar Rapim Bahas Pemilu 2024

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Rabu 08 Februari 2023, 07:40 WIB
POLRI dan TNI menggelar rapat pimpinan (Rapim) di Hotel Sultan, Jakarta Pusat pada Rabu (8/2) guna membahas sejumlah agenda yang akan di...
Antara

Wapres: Perppu Cipta Kerja Masih Relevan untuk Diberlakukan

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 07 Februari 2023, 23:41 WIB
Dirinya menyerahkan kepada para ahli hukum untuk menyelesaikan polemik keluarnya Perppu Cipta Kerja...
Antara

PKS Kunjungi Golkar, Ahmad Doli: Rumah Kami Rumah Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Februari 2023, 22:28 WIB
Saat ini, Golkar telah bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan PKS yang tengah membangun Koalisi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya