Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penyelundupan komoditas pertanian ilegal di Semarang. Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap praktik ilegal yang mengancam ketahanan pangan nasional.
Dalam operasi gabungan, aparat mengamankan 6.172 karung atau sekitar 123 ton bawang bombai ilegal yang diduga masuk tanpa dokumen resmi. Seluruh barang bukti diamankan di wilayah Semarang.
Amran menilai penyelundupan komoditas pertanian merupakan ancaman serius karena berpotensi membawa penyakit dan organisme pengganggu yang dapat merusak ekosistem pertanian nasional. Ia menyinggung wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sebelumnya menimbulkan kerugian besar bagi Indonesia.
“Kita pernah kehilangan lebih dari 6 juta ekor sapi akibat PMK. Nilai kerugiannya sangat besar. Ini bukan persoalan sepele,” ujar Amran saat meninjau penanganan kasus di Semarang, Sabtu (10/1).
Menurutnya, komoditas ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi pajak dan PNBP, tetapi juga mengancam keberlanjutan produksi pertanian dalam negeri. Penyakit dari luar negeri berpotensi menyerang komoditas strategis seperti padi, bawang, dan tanaman pangan lainnya.
“Kalau penyakit itu masuk ke padi atau bawang, dampaknya luar biasa. Kita sudah swasembada, jangan sampai dirusak oleh ulah oknum,” tegasnya.
Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat yang segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas instansi, melibatkan TNI, Polri, Bea Cukai, Badan Karantina, serta unsur terkait lainnya. Pengamanan dilakukan oleh Lanal Semarang, Karantina Jawa Tengah, Polrestabes Semarang, Bea Cukai, dan Kodim setempat.
Amran menegaskan penyelundupan ini harus dibongkar hingga ke akar karena diduga dilakukan secara terorganisir.
“Tidak boleh ada ampun. Ini harus menimbulkan efek jera. Barang siap, mobil siap, tapi tanpa dokumen. Ini jelas terorganisir,” katanya.
Ia juga mengingatkan dampak psikologis penyelundupan pangan terhadap petani. Isu impor ilegal, meski volumenya kecil, dapat menurunkan semangat petani untuk berproduksi.
“Petani kita sekitar 160 juta orang. Jangan korbankan ratusan juta petani demi segelintir oknum,” ujar Amran.
Mentan menambahkan, laporan peredaran dan penyelundupan barang ilegal di sektor pertanian terus diterima Kementerian Pertanian, mulai dari beras, pupuk, alat dan mesin pertanian, hingga minyak goreng. (Z-10)
Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat upaya swasembada gula nasional melalui penguatan pengembangan tebu rakyat.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dinamika global maupun potensi gangguan iklim.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan mayoritas komoditas strategis berada dalam posisi surplus menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan target swasembada pangan. Cadangan beras nasional di Perum Bulog mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
Kementan mempercepat pengembangan investasi peternakan sapi skala besar di Kalimantan Tengah dengan target populasi mencapai 200 ribu ekor dalam satu kawasan terintegrasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved