Rabu 28 Desember 2022, 13:57 WIB

Jaksa Agung Ingatkan Jajaran Soal Serangan Balik Koruptor

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Jaksa Agung Ingatkan Jajaran Soal Serangan Balik Koruptor

Antara
Jaksa Agung ST Burhanuddin saat menyampaikan keterangan pers.

 

JAKSA Agung Sanitiar Burhanuddin mengingatkan jajarannya, khususnya di Bidang Tindak Pidana Khusus, terkait serangan balik koruptor atau yang dikenal dengan fenomena corruptors fight back. Menurutnya, jaksa perlu mewaspadai pihak yang kontra dengan penegakan hukum, khususnya pemberantasan korupsi.

Dia menekankan bahwa koruptor dan para pendukungnya akan terus berusaha mendelegitimasi upaya pemberantasan korupsi. Salah satu contoh fenomena corruptors fight back adalah yang terjadi di Jawa Tengah belum lama ini.

"Saya selaku pimpinan kejaksaan kembali mengingatkan, agar jangan takut dan jangan gentar terhadap serangan tersebut selama saudara sekalian bekerja dengan baik, profesional dan berintegritas," ujar Burhanuddin dalam keterangannya, Rabu (28/12).

Baca juga: Luhut Pandjaitan, OTT KPK, dan Apa Kata Dunia

Beberapa waktu lalu, Koordinator Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah Putri Ayu Wulandari dilaporkan oleh Agus Hartono, seorang pengusaha asal Semarang, terkait kasus percobaan pemerasan senilai Rp10 miliar. 

Agus merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit di beberapa bank. Seperti, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Jawa Barat Banten. Kasus tersebut telah diselesaikan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (JAM-Was) setelah memeriksa 15 orang.

Di antaranya, tujuh penyidik, empat pejabat struktural, dan pendamping dari pelapor, selama 21 hari kerja. Hasilnya, JAM-Was menyimpulkan bahwa laporan Agus belum dapat ditindaklanjuti atau dinyatakan belum terbukti.

Baca juga: KY Kantongi Sejumlah Nama Diduga Terlibat Kasus Suap di MA

Agus ditangkap oleh jajaran Bidang Intelijen Kejagung bersama Kejati Jawa Tengah pada Kamis (22/12) lalu di Bandara Ahmad Yani, Semarang. Berdasarkan audit BPKP perwakilan Jawa Tengah, kerugian negara dalam perkara tersebut mencapai Rp25 miliar.

Terkait dengan pengawasan terhadap anak buahnya, Jaksa Agung mengingatkan Bidang Pengawasan agar inspeksi dan pemantauan tidak hanya dilakukan secara formalitas belaka. Dia juga tak ingin Bidang Pengawasan sekadar mencari-cari kesalahan yang tidak substansial.

"Apabila ada oknum jaksa yang dilaporkan, segera lakukan pemeriksaan dan utamakan asas praduga tak bersalah. Perlakukan secara humanis dan jangan ada transaksional," tegas Burhanddin.(OL-11)
 

Baca Juga

MI/Susanto

Dongkrak Indeks Korupsi, Kejagung Gencarkan Pengusutan Kasus

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 01 Februari 2023, 21:31 WIB
Salah satu terobosan yang dilakukan penyidik Kejagung adalah membuktikan kerugian perekonomian negara dalam dua perkara korupsi pada tahun...
Dok. Bawaslu.go.id

Bawaslu Kalteng Temukan Dugaan Dukungan Ganda Bacalon DPD RI

👤Antara 🕔Rabu 01 Februari 2023, 20:42 WIB
Bawaslu Kalteng Temukan Dugaan Dukungan Ganda Bacalon DPD...
 MI/USMAN ISKANDAR

PKS Justru 'Pede' Golkar yang bakal Merapat ke Koalisi Perubahan

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Rabu 01 Februari 2023, 19:58 WIB
Partai yang dipimpin Ahmad Syaikhu itu justru percaya diri Golkar bakal bergabung dengan Koalisinya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya