Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
OPERASI Tangkap Tangan (OTT) merupakan salah satu cara Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK) dalam melakukan penindakan tindak pidana korupsi di luar mekanisme case building.
Selama ini OTT KPK terbukti ampuh membersihkan seluruh cabang kekuasaan, mulai dari eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.
Selain itu, pengungkapan melalui mekanisme OTT pun telah berhasil menyeret ratusan orang, penjabat, aparat penegak hukum, maupun pihak swasta ke proses persidangan.
Pernyataan tersebut disampaikan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana saat dihubungi, Selasa (20/12).
Menurut Kurnia. pernyataan tersebut tidak memberikan optimistis terhadap publik untuk bisa terus memerangi korupsi.
Sebagai menteri dan pembantu presiden Kurnia meminta Presiden Joko Widodo untuk menegur Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan atas pernyataannya tersebut.
Baca juga: ICW Tuding KPU Curang, Bawaslu: Silahkan Lapor
“Jadi kami merekomendasikan kepada Presiden Joko Widodo agar menegur saudara Luhut dan memintanya untuk tidak lagi mencampuri urusan penegakan hukum. Dengan penjelasan tersebut, maka semakin jelas bahwa OTT berdampak besar membantu negara menangkap pejabat korup," jelas Kurnia.
"Pertanyaan lebih lanjut, apakah saudara Luhut Binsar tidak senang jika KPK, yang mana merupakan representasi negara, melakukan pemberantasan korupsi,” tegasnya.
Pernyataan Luhut yang mengatakan OTT membuat citra Indonesia jelek sulit untuk dipahami. Sebab upaya pemberantasan korupsi dan upaya pencegahan yang terus dilakukan masih belum bisa menutup celah perilaku tindak pidana korupsi.
“ Sejujurnya kami sulit memahami logika berpikir saudara Luhut. Dalam pandangan ICW, ketika penegakan hukum, khususnya pemberantasan korupsi maksimal dilakukan, maka dengan sendirinya citra Indonesia akan membaik dan diikuti dengan apresiasi dari dunia,” cetusnya.
Dia meminta agar Luhut membaca pemberitaan 2013 lalu. Pada periode tersebut KPK sempat membanggakan Indonesia karena mendapatkan penghargaan Ramon Magsaysay Award karena terbukti berhasil memberantas korupsi secara masif.
“Jadi, kami menduga dua hal. Pertama kurang referensi bacaan terkait dengan pemberantasan korupsi. Kedua Luhut tidak paham apa yang Ia utarakan”
Dijelaskannya OTT merupakan cara KPK melakukan penindakan. Atas dasar itu, maka OTT tidak boleh dicampuri oleh cabang kekuasaan manapun, termasuk eksekutif.
Sebelumnya saat menjadi pembicara di acara Peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi yang digelar Strategi Nasional Pencegahan Korupsi kemarin, Luhut berpandangan OTT kurang baik sehingga ia meminta KPK untuk tidak selalu melakukan OTT.
Menurutnya, untuk mencegah korupsi upaya digitalisasi perlu dilakukan dengan cara lain seperti menggalakkan digitalisasi di berbagai sektor. (Sru/OL-09)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar praktik korupsi impor barang palsu atau KW yang melibatkan PT Blueray Cargo dan oknum Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Kasus ini terungkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu, 4 Februari 2026 di Jakarta dan Lampung.
Penguatan pengawasan internal dan eksternal perlu dibarengi dengan kewenangan yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif.
PENGUATAN sistem pengawasan hakim kembali dipertanyakan menyusul operasi tangkap tangan (OTT) terhadap hakim di Pengadilan Negeri (PN) Depok.
KETUA Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Kota Depok Bambang Setyawan yang terjerat dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK diberhentikan sementara.
KPK melakukan tiga OTT beruntun di awal 2026 menyasar pajak, bea cukai, dan peradilan.
MA akan memberhentikan sementara hakim dan aparatur PN Depok yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved