Rabu 07 Desember 2022, 20:18 WIB

Kapolri: Usut Tuntas Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Kapolri: Usut Tuntas Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar

Ist
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung TKP kejadian bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, Bandung.

 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung tempat kejadian perkara kejadian bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat.

Dalam tinjauannya, Sigit menegaskan bahwa telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa bom bunuh diri tersebut. "Tentunya ini semua akan didalami. Sehingga kita minta kepada seluruh rekan-rekan, untuk bisa membantu kami dan tim agar bisa menuntaskan kejadian secara maksimal. Seluruh tim dan satgas sudah diperintahkan untuk bergerak," kata Sigit di Mapolsek Astana Anyar, Rabu (7/12).

Menurut Sigit, hingga saat ini ada 11 orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Terdiri dari sembilan  anggota kepolisian dan satu masyarakat yang mengalami luka-luka serta satu personel polisi meninggal dunia. "Saat ini kita terus melakukan pendalaman. Terkait proses olah TKP sedang berlangsung tentunya dari olah TKP kita akan melakukan proses pencarian terhadap kelompok yang terafiliasi dengan pelaku yang ada di TKP," ujar Sigit.

Terkait pelaku, Sigit mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sidik jari dan Face Recognition terduga pelaku bom bunuh diri identitasnya adalah, Agus Sujatno alias Agus Muslim.

"Yang bersangkutan pernah ditangkap karena peristiwa bom Cicendo dan sempat dihukum empat tahun di bulan September atau Oktober 2021 lalu yang bersangkutan bebas," ucap Sigit.

Disisi lain, Sigit juga menyatakan bahwa, terduga pelaku bom bunuh diri tersebut juga terafiliasi dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung, Jawa Barat. "Saat ini tim terus bekerja menuntaskan peristiwa yang terjadi," tutur Sigit.

Lebih dalam, kata Sigit, dari hasil penyelidikan sementara ditemukan adanya barang bukti bertuliskan penolakan terhadap pengesahan KUHP baru yang ditemukan dari barang bukti terduga pelaku. "Kemudian Di TKP kita temukan ada belasan lembar kertas yang bertuliskan protes atau  penolakan terhadap rancangan KUHP yang baru saja disahkan dimana didalamnya membahas masalah zinah dan sebagainya," tutup Sigit. (OL-12)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

JPU Dakwa Teddy Minahasa Jual Sabu Sitaan Polres Bukittinggi

👤Fachri Audhia H 🕔Jumat 03 Februari 2023, 11:09 WIB
Perbuatan itu dilakukan bersama-sama mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody...
MI/DOK STAF KHUSUS GUBERNUR PAPUA/DIAN MUSTIKAWATI

Isu Lukas Enembe Tagih Janji ke Firli Bahuri Pengaruhi Citra KPK

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Jumat 03 Februari 2023, 11:06 WIB
Langkah Firli sejatinya kerap disoroti sejak penanganan perkara korupsi yang menjerat Lukas. Bahkan, Firli rela menemui Lukas di Papua pada...
MI/Dede Susianti

68 Posko Pemenangan Anies Diluncurkan di Kota Bogor

👤Dede Susianti 🕔Jumat 03 Februari 2023, 09:57 WIB
Berikutnya, PKS akan mendirikan posko kemenangan di tingkat RT. Ada 3.636 RT di Kota Bogor. Pihaknya menyebutkan kemenangan Anies adalah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya