Jumat 09 Desember 2022, 10:48 WIB

BNPT dan Densus 88 Dituntut Minta Maaf karena Lalai Jaga Agus Sujatno

Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum
BNPT dan Densus 88 Dituntut Minta Maaf karena Lalai Jaga Agus Sujatno

ANTARA/Raisan Al Farisi
Garis polisi dipasang di depan Polsek Astanaanyar pascaserangan bom bunuh diri

 

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dituntut meminta maaf kepada masyarakat. Kedua lembaga itu dianggap telah lalai mengawasi Agus Sujatno alias Agus Muslim, pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat.

"Alangkah bijaksana jika BNPT dan Densus 88 meminta maaf secara terbuka ke masyarakat Indonesia, terutama kepada para korban dan keluarga mereka," kata pengamat terorisme Zakki Mubarak, Jumat (9/12).

Zakki mengatakan insiden bom bunuh diri di halaman Polsek Astanaanyar oleh mantan narapidana teroris (napiter) itu adalah bentuk kelalaian BNPT dan Densus. Sebab, kedua lembaga itu masih membiarkan Agus keluyuran meski tahu dia masih radikal dan mampu merakit bom. 

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Jamin Perlindungan Korban Bom Astanaanyar

"Apalagi setelah bebas dia kembali bergaul dengan jejaring teroris di Surakarta. BNPT dan Densus 88 harusnya tahu betul bahayanya orang ini," tegas Zakki.

Peristiwa bom bunuh diri itu terjadi pada Rabu (7/12) sekitar pukul 08.20 WIB. Pelaku Agus Sujatno tewas di tempat akibat bom panci yang ia rakit.

Selain itu, ada pula 11 korban lainnya. Satu orang anggota polisi, Aipda Sofyan Didu tewas, sembilan polisi luka-luka, dan satu masyarakat luka.

Insiden terjadi saat pelaku memaksa masuk ke lapangan Polsek Asatanaanyar saat apel pagi. Motif pelaku melakukan aksi itu dipicu kebencian terhadap aparat kepolisian.

Polisi menemukan belasan kertas bertuliskan protes penolakan terhadap Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang baru disahkan di tempat kejadian perkara (TKP). Di dalamnya membahas salah satunya zinah dan sebagainya.

Agus adalah mantan napi teroris yang pernah ditangkap dalam kasus bom Cicendo pada 2017 lalu. Teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung yang ditahan di Lapas Nusakambangan itu bebas September 2021. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Bos Indosurya Hormati Kasasi Jaksa

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 08:02 WIB
"Ini putusannya lepas ya, bukan bebas, perbuatannya  itu menurut majelis hakim ada, tapi bukan tindak pidana, itu kasus...
Setpres

Presiden Sebut Sisi Politik bukan Alasan Utama Rombak Kabinet

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 31 Januari 2023, 22:16 WIB
"Yang utama memang performa kinerja. Ada sisi politik juga. Itu pasti ada tapi bukan yang...
Antara

Disinggung Soal Reshuffle Kabinet, Jokowi: Ditunggu Saja

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 31 Januari 2023, 22:14 WIB
Presiden hanya mengatakan bahwa pada Rabu (1/2) besok, yang merupakan Rabu Pon, dirinya memiliki agenda kunjungan kerja ke wilayah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya