Jumat 25 November 2022, 21:09 WIB

Lihat Dua CCTV di TKP, Ari Cahya Takut Tanyakan Ferdy Sambo

Irfan Julyusman | Politik dan Hukum
Lihat Dua CCTV di TKP, Ari Cahya Takut Tanyakan Ferdy Sambo

Antara/M Risyal Hidayat.
Ari Cahya Nugraha.

 

DALAM persidangan, saksi mengungkap tidak berani mempertanyakan CCTV di tempat kejadian perkara (TKP) kepada Ferdy Sambo. Kesaksian tersebut disampaikan oleh mantan Kanit I Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Ari Cahya Nugraha alias Acay dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Arif Rachman Arifin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (25/11).

Ari mengungkapkan bahwa awalnya ia mengetahui peristiwa tembak antara anggota polisi di rumah dinas Ferdy Sambo yang berlokasi di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Ari turut diperintahkan oleh Ferdy Sambo untuk mendatangi TKP seusai meninggalnya Yosua Hutabarat alias Brigadir J pada 8 Juli 2022. Ari pun lantas memenuhi perintah tersebut dan sempat melihat situasi di rumah dinas Ferdy Sambo.

"Tadi saksi bilang tentang CCTV, kok insting saksi pada saat tiba untuk melihat CCTV, ada enggak penyampaian di Duren Tiga tersebut? Saksi kan mengetahui tentang ceritanya tembak menembak, ada enggak saksi tanyakan, 'CCTV ada nih?'," tanya jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (25/11).

"Enggak," jawab Ari.

"Enggak mempertanyakan?" tanya jaksa kembali.

"Enggak berani Pak saya nanya Pak Sambo, (dia) Kadiv Propam," ujar Ari.

Ari turut menyampaikan bahwa ketika ia mendatangi TKP, ia melihat jelas posisi CCTV. Ari kemudian mengatakan bahwa terdapat dua CCTV yang ia lihat tetapi tidak berani menanyakan kepada Ferdy Sambo yang saat itu merupakan atasannya.

"Pada saat saksi bilang itu ada CCTV, kapan saudara mengetahui itu?" tanya jaksa.

"Saya lihat pak," jawab Ari.

"Cuma lihat dua CCTV di dalam (rumah Ferdy Sambo) sama di rumah Kasatreskrim ya (mantan Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit)," kata jaksa.

Diketahui, Ari Cahya merupakan satu dari delapan saksi yang turut dihadirkan dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Arif Rachman Arifin oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari). Diberitakan juga bahwa, JPU mendakwa Arif telah melakukan upaya perintangan proses penyidikan atau obstruction of justice dalam menangani kasus kematian Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Tindakannya tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, dan Irfan Widyanto. Atas tindakan mereka, jaksa mendakwa ketujuh terdakwa tersebut melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (OL-14)

Baca Juga

dok.PPP

Rapimwil Jateng, PPP Bahas Usulan Capres dari Kader Daerah

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 07:20 WIB
PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP) Jateng menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) di Kota Semarang, Jateng. Rapimwil membahas capres...
MI/BAYU ANGGORO

KNPI Jawa Barat Solid Dukung Ketua DPP Ryano Panjaitan

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 27 November 2022, 06:35 WIB
Ketua KNPI Jabar Ridwanwasyah Yusuf mengatakan, peralihan ini didasari atas legalitas kepemimpinan Ryano Panjaitan di organisasi...
MI/M Irfan

Bawaslu RI: Gotong Royong Demi Cegah Kecurangan Pemilu 2024

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 26 November 2022, 23:04 WIB
BADAN Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI menyatakan bahwa pihaknya mengedepankan gotong-royong demi mencegah adanya kecurangan pada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya