Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI NasDem memastikan kesolidan koalisi perubahan dengan Demokrat dan PKS tetap terjaga dengan baik. Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mengklaim akan ada partai baru yang akan masuk ke dalam koalisi perubahan.
"Insya Allah koalisi tetap 3 partai dan juga kemungkinan nanti lebih," ungkap Ali ketika ditemui pasca membuka rangkaian NasDem UMKM Trade Show (NUTS) dalam rangka hari ulang tahun (HUT) NasDem ke-11, Selasa (9/11).
Ali menuturkan NasDem menghormati mekanisme internal setiap partai dalam memberikan dukungannya kepada Anies Baswedan. Termasuk mengenai waktu pengumuman deklarasi koalisi perubahan yang sudah dikomunikasikan bersama PKS dan Demokrat.
"Kita hargai betul bahwa setiap partai itu memiliki mekanisme sendiri. Rasa respect di setiap partai politik itu menjadi sangat penting buat kita untuk membangun kualitas koalisi ke depan," ungkapnya.
Baca juga: Jokowi Dukung Prabowo, PKS: Lebih Baik Dorong Menhan Fokus Bekerja
Sebelumnya NasDem dikabarkan berencana mendeklarasikan koalisi perubahan pada tanggal 10 November. Namun, rencana tersebut terpaksa ditunda lantaran NsaDem masih menunggu keputusan dari sesama mitra kolisi perubahan.
"Tidak ada kata gagal karena memang tanggal 10 itu sebenarnya adalah harapan dari Partai NasDem. Kami memilih tanggal 10 kemarin menjadi harapan sehari setelahnya bertepatan dengan ulang tahun partai NasDem. Tentu kita berharap deklarasi jadi kado ulang tahun," tegasnya.
Ali menjelaskan partainya akan kembali memilih hari baik untuk segera mendeklarasikan koalisi perubahan secara resmi. Dalam berkoalisi, Ali menturkan NasDem mengutamakan terjalinnya diskusi yang intens antar partai.
"Diskusi antara Nasdem PKS dan Demokrat itu berjalan secara intens dan Alhamdulillah semakin hari semakin banyak persamaan yang ditemukan nah mengenai cawapres dan kemudian hari ini di diskusikan," tuturnya. (OL-4)
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved