Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PASCA-deklarasi pencapresan Anies Baswedan, Partai Nasdem diguncang pengunduran diri sebagian kecil anggotanya.
Partai besutan Surya Paloh itu juga mengalami perundungan secara masif oleh kelompok buzzer di jagat media sosial. Bukan itu saja, narasi yang dibangun beberapa lembaga survei, bahwa pasca-pencapres Anies elektabilitas NasDem mengalami penurunan, kian memojokkan partai tersebut.
Menurut sosiolog politik Universitas Trunojoyo Madura, Khoirul Rosyadi, tekanan yang saat ini dialami NasDem merupakan risiko yang wajar sebagai first mover (penggerak pertama) dan change maker (pembuat perubahan).
Baca juga : JK dan Paloh Beri Pesan Penting untuk Anies Baswedan. Apa Itu?
Dalam setiap perubahan, selalu ada kelompok yang tidak siap menerimanya. Tetapi, Rosyadi yakin, dalam situasi sosial-ekonomi yang penuh kerawanan seperti saat ini, kelompok mayarakat yang menerima perubahan jauh lebih besar.
”Apa yang terjadi dengan NasDem hanyalah badai dalam secangkir kopi saja. Dalam pengamatan saya, Nasdem akan tetap stabil dan bahkan punya kans untuk lebih meningkat,” ujar Khoirul Rosyadi, Senin (7/11/2022) dalam keterangan tertulisnya.
Rosyadi menambahkan, pengunduran diri sejumlah anggota Nasdem tidak signifikan dalam menggerogoti kekuatan partai tersebut.
Baca juga : Ahmad Ali Tegaskan tidak Ada Perpecahan di Timnas Amin
Sebab, di sisi lain, terdapat pula fenomena masuknya anggota-anggota baru partai tersebut pasca deklarasi pencapresan Anies. Bahkan, ia melihat adanya potensi perpindahan konstituen partai Islam dan partai tengah dalam koalisi pemerintah ke Nasdem.
”Saya memantau adanya fenomena arus baru di mana kelompok-kelompok pendukung Anies di berbagai daerah mendaftar jadi anggota NasDem. Proses orang masuk ke organisasi memang tidak secepat orang keluar organisasi, karena itu NasDem perlu ’menjemput bola’ agar lebih efisien,” lanjutnya.
Rosyadi sedang menginventarisir gerakan ratusan orang di Brebes, Tasikmalaya, dan Banyuwangi yang mendaftar masuk NasDem, sebagai bahan riset akademiknya.
Baca juga : Timnas Amin Sebut Komunikasi Bagian Penting Politik
Berbondong-bondongnya orang untuk masuk NasDem itu, kata Rosyadi, bisa dibaca sebagai dampak pencapresan Anies oleh NasDem. Meskipun, hal tersebut baru terjadi beberapa minggu setelah pendeklarasian Anies.
Rosyadi menengarai, opini negatif yang gencar diarahkan ke Nasdem saat ini ditujukan untuk menganggu perpindahan arus pemilih ke Nasdem yang berjalan secara merambat.
Namun, pengamat yang juga pengurus Lakpesdam PBNU itu optimistis bahwa pada saatnya nanti NasDem bakal memetik cottail-effect dari pencapresan Anies.
Doktor sosiologi alumni RUDN Moskow, Rusia, tersebut menepis pernyataan beberapa lembaga survei tentang penurunan elektabilitas NasDem. Terlebih lagi, sebagian lembaga survei mengungkapkan bahwa pengambilan data survei telah dimulai sejak sebelum pencapresan Anies.
”Perpindahan konstituen di level bawah tidak terjadi dalam waktu semalam. Sebaiknya pengamat dan surveyor bersabar dulu,” pungkasnya. (RO/OL-09)
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved