Senin 07 November 2022, 12:30 WIB

NasDem Diprediksi Tetap Stabil dan Punya Kans Terus Meningkat

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
NasDem Diprediksi Tetap Stabil dan Punya Kans Terus Meningkat

Ist/Twitter
Calon Presiden Anies Baswedan disambuat masyarakat saat kunjungan ke Kota Medan, Sumatra Utara.

 

PASCA-deklarasi pencapresan Anies Baswedan, Partai Nasdem diguncang pengunduran diri sebagian kecil anggotanya.

Partai besutan Surya Paloh itu juga mengalami perundungan secara masif oleh kelompok buzzer di jagat media sosial. Bukan itu saja, narasi yang dibangun beberapa lembaga survei, bahwa pasca-pencapres Anies elektabilitas NasDem mengalami penurunan, kian memojokkan partai tersebut.

Menurut sosiolog politik Universitas Trunojoyo Madura, Khoirul Rosyadi, tekanan yang saat ini dialami NasDem merupakan risiko yang wajar sebagai first mover (penggerak pertama) dan change maker (pembuat perubahan).

Dalam setiap perubahan, selalu ada kelompok yang tidak siap menerimanya. Tetapi, Rosyadi yakin, dalam situasi sosial-ekonomi yang penuh kerawanan seperti saat ini, kelompok mayarakat yang menerima perubahan jauh lebih besar.

”Apa yang terjadi dengan NasDem hanyalah badai dalam secangkir kopi saja. Dalam pengamatan saya, Nasdem akan tetap stabil dan bahkan punya kans untuk lebih meningkat,” ujar Khoirul Rosyadi, Senin (7/11/2022) dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Relawan Anies Perkuat Dukungan Warga di Brebes

Rosyadi menambahkan, pengunduran diri sejumlah anggota Nasdem tidak signifikan dalam menggerogoti kekuatan partai tersebut.

Sebab, di sisi lain, terdapat pula fenomena masuknya anggota-anggota baru partai tersebut pasca deklarasi pencapresan Anies. Bahkan, ia melihat adanya potensi perpindahan konstituen partai Islam dan partai tengah dalam koalisi pemerintah ke Nasdem.

”Saya memantau adanya fenomena arus baru di mana kelompok-kelompok pendukung Anies di berbagai daerah mendaftar jadi anggota NasDem. Proses orang masuk ke organisasi memang tidak secepat orang keluar organisasi, karena itu NasDem perlu ’menjemput bola’ agar lebih efisien,” lanjutnya.

Rosyadi sedang menginventarisir gerakan ratusan orang di Brebes, Tasikmalaya, dan Banyuwangi yang mendaftar masuk NasDem, sebagai bahan riset akademiknya.

Berbondong-bondongnya orang untuk masuk NasDem itu, kata Rosyadi, bisa dibaca sebagai dampak pencapresan Anies oleh NasDem. Meskipun, hal tersebut baru terjadi beberapa minggu setelah pendeklarasian Anies.

Rosyadi menengarai, opini negatif yang gencar diarahkan ke Nasdem saat ini ditujukan untuk menganggu perpindahan arus pemilih ke Nasdem yang berjalan secara merambat.

Namun, pengamat yang juga pengurus Lakpesdam PBNU itu optimistis bahwa pada saatnya nanti NasDem bakal memetik cottail-effect dari pencapresan Anies.

Doktor sosiologi alumni RUDN Moskow, Rusia, tersebut menepis pernyataan beberapa lembaga survei tentang penurunan elektabilitas NasDem. Terlebih lagi, sebagian lembaga survei mengungkapkan bahwa pengambilan data survei telah dimulai sejak sebelum pencapresan Anies.

”Perpindahan konstituen di level bawah tidak terjadi dalam waktu semalam. Sebaiknya pengamat dan surveyor bersabar dulu,” pungkasnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

dok.pribadi

Yulisa Baramuli: Benny Ramdhani Fokus Tupoksi Saja Urus PMI

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 29 November 2022, 17:44 WIB
VIDEO viral Kepala Benny Ramdhani BP2MI yang memberi masukan ke Jokowi di acara Nusantara Bersatu merusak demokrasi dan mencari sensasi...
MI/M Taufan SP Bustan

Pemilih Anies Menganggap Anies Berhasil Pimpin DKI

👤Putra Ananda 🕔Selasa 29 November 2022, 17:43 WIB
Hal tersebut terlihat berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Voxpol Center Research and...
Dok BUMN

Maruarar Sirait Puji Kepemimpinan Erick Thohir Benahi BUMN

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 16:09 WIB
Maruarar berharap akan terlahir pemimpin Indonesia yang tidak berlandaskan pada kepentingan pribadi maupun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya