Selasa 27 September 2022, 11:36 WIB

SBY Diminta Turun Tangan Bujuk Lukas Enembe Hadiri Pemeriksaan KPK

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
SBY Diminta Turun Tangan Bujuk Lukas Enembe Hadiri Pemeriksaan KPK

MI/Marcel Kelen
Gubernur Papua Lukas Enembe

 

MASYARAKAT Antikorupsi Indonesia (MAKI) meminta Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun tangan membujuk Gubernur Papua Lukas Enembe untuk memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bujukan dari SBY diyakini manjur membuat Lukas datang ke KPK.

"Ya perlu memang, saya memohon pada Pak SBY untuk bersedia memberikan arahan atau memberikan imbauan kepada Pak LE (Lukas Enembe) selaku juga pengurus Demokrat Papua, ketuanya bahkan, ya untuk menghadiri itu," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman, Selasa (27/9).

Petinggi-petinggi Partai Demokrat juga diminta membujuk Lukas untuk menyambangi KPK. Bantuan dari Partai Demokrat diyakini bisa membuat Lukas luluh mau diperiksa Lembaga Antikorupsi di Jakarta.

Baca juga: KPK Belum Dapatkan Informasi Sahih Terkait Kondisi Kesehatan Lukas Enembe

"Ini menunjukkan semua partai patuh hukum dan mendukung proses prosesnya," ujar Boyamin.

Bujukan SBY dan petinggi Partai Demokrat diyakini bisa menguatkan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar Lukas menyambangi KPK. Lukas semestinya datang saat Kepala Negara sudah memberikan perintah.

"Ini kan juga ada imbauan dari Presiden kepada gubernur. Padahal gubernur itu kan istilahnya di bawah Presiden, ya mestinya patuhlah untuk memenuhi imbauan dari Pak Jokowi," ucap Boyamin.

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka pada Senin (26/9). Lokasi pemeriksaan masih di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Lukas Enembe berharap status pencegahannya dicabut untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Singapura. KPK mau memberikan restu untuk Lukas berobat ke luar negeri dengan syarat harus diperiksa oleh tim medisnya di Jakarta.

"Kami juga harus pastikan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap tersangka lebih dahulu ketika ia sudah sampai di Jakarta," kata juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Minggu, 25 September 2022.

Ali mengatakan pihaknya memahami kesehatan Lukas penting. Berobat juga merupakan hak dasar manusia. (OL-1)

Baca Juga

DOK MI

Komnas HAM: Putusan Kasus HAM Paniai Belum Berikan Keadilan Bagi Korban

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 08 Desember 2022, 23:21 WIB
KOMISI Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai putusan pengadilan HAM pada Peristiwa Paniai Tahun 2014 belum...
Antara

Saksi Sebut Alokasi BLT Migor Bukan Kerugian Negara

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 22:12 WIB
Haula mengatakan, metode input output atau IO tidak tepat untuk penghitungan kerugian perekonomian...
DOK MI.

Selain Ismail Bolong, Ada Dua Tersangka Lain di Kasus Tambang Ilegal

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Kamis 08 Desember 2022, 21:24 WIB
Serupa dengan Ismail, Rinto juga berperan mengatur aktivitas tambang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya