Jumat 23 September 2022, 16:13 WIB

Dapat Global Citizen Award, Jokowi Dinilai Sukses Promosikan Perdamaian Dunia

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Dapat Global Citizen Award, Jokowi Dinilai Sukses Promosikan Perdamaian Dunia

ANTARA/Sigid Kurniawan
Presiden Joko Widodo

 

PENELITI Senior Maarif Institute, David Krisna Alka, mengapresiasi penghargaan Global Citizen Award, yang diterima Presiden Joko Widodo

Menurut David, penghargaan yang diterima Jokowi merupakan bentuk apresiasi dunia atas misi kemanusiaan yang dilakukan presiden di Ukraina dan Rusia, beberapa waktu lalu. Presiden Jokowi tampil meretas jalan perdamaian dengan mengunjungi kedua negara tersebut, padahal saat itu dua negara tengah bertikai. 

Penghargaan tersebut juga semakin meneguhkan figur Jokowi sebagai pemimpin yang memiliki kapasitas di dunia internasional.

Baca juga: Presiden Minta Bawaslu Tindak Tegas Pelaku Pelanggaran Pemilu

"Kalau melihat sejarahnya, siapa saja yang pernah mendapatkan penghargaan ini, dapat kita sebut Jokowi telah meneguhkan kepemimpinannya sebagai pemimpin yang diakui kapasitasnya di dunia internasional," kata David Krisna Alka, Jumat (23/9). 

Peneliti Associate The Indonesian Institute itu menyebut, apa yang dilaksanakan Jokowi selaras dengan amanat konstitusi khususnya terkait misi perdamaian. Dan, di atas kertas, Jokowi sudah membuktikan bahwa dirinya bukanlah jago kandang.  

"Jadi, Presiden Jokowi tidak hanya jago kandang, akan tetapi juga jago di dunia internasional. Penghargaan yang diterima ini adalah bukti yang shahih," jelas penulis buku Karsa untuk Bangsa: 66 Tahun Azyumardi Azra, CBE, yang diluncurkan awal tahun ini. 

Ke depan, Maarif Institute menunggu kiprah kepemimpinan Jokowi di dunia internasional. Bukan hanya di Ukraina dan Rusia, melainkan juga di negara lain seperti potensi perang yang kian membesar antara Taiwan dan Tiongkok. 

Besarnya potensi itu mencuat setelah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi berkunjung ke pulau itu, awal Agustus lalu. Akibat kunjungan itu, Presiden Tiongkok Xi Jinping dilaporkan memerintahkan militer negaranya untuk mengambil langkah yang jauh lebih agresif, yakni blokade untuk merebut negara pulau itu dengan paksa.

"Catatannya adalah, kita juga menunggu peran Presiden Jokowi, tidak hanya di Ukraina, tapi juga dibelahan negara lainnya, termasuk di Taiwan. Semua itu perlu kita dorong untuk menciptakan keadaban publik di dunia internasional," tutur David. 

"Saya juga berharap Presiden Jokowi semakin menguatkan peran sebagai tokoh internasional yang menguatkan kemanusiaan sebagai kekuatan utama. Termasuk terkait persoalan keagamaan dengan mengkampanyekan Islam moderat dan Islam jalan tengah yang selama ini dilaksanakan Maarif Institute," tandasnya.

Sementara itu, tokoh aktivis 98 Wahab Talaohu mengatakan, Presiden Jokowi sebagai pemimpin negara sebesar Indonesia sangat lihai dan mampu memainkan politik internasional bebas-aktif, dengan tetap aktif dalam membangun kerjasama dan kolaborasi dengan negara-negara raksa ekonomi dunia.

“Padahal, di lain sisi, ada rivalitas ekonomi yang sangat intens antara Amerika Serikat, Uni Eropa, Tiongkok, Jepang dan Rusia. Namun lewat kepiawaian diplomasi presiden Jokowi, Indonesia tetap dipandang sebagai negara yang netral,” kata tokoh aktivis 98 Wahab Talaohu saat dihubungi, Jumat (23/9).

Menurut Talaohu, bukti kongkret Jokowi memiliki kemampuan adalah upaya dirinya mendamaikan perang antara Rusia dan Ukraina. Dalam misi itu, Presiden Jokowi langsung datang bertemu dua pemimpin negara tersebut dan disambut baik dan sangat dihormati oleh Rusia dan Ukraina.

“Resolusi menuju jalan perdamaian pun mulai dirintis, hal itu tercermin dari hasil dialog Jokowi dengan Putin dan Zelensky,” ucapnya.

Dikatakan Talaohu, puncak dari kiprah kepiawaian Jokowi adalah pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT G20) yang telah bergulir sejak 1 Desember 2021 hingga pada puncak acara G20 Summit di Bali pada 14-15 November 2022 mendatang. 

Indonesia dipilih sebagai tuan rumah, karena para pemimpin G20 menaruh kepercayaan penuh pada Presiden Jokowi yang dinilai mampu menjadi teman dan kawan bagi siapa saja.

“Ini sebuah momentum yang sangat penting bukan saja bagi Indonesia tetapi bagi dunia internasional. Karena ini akan menjadi pertemuan G20 pertama setelah pandemic covid-19 melanda dunia. Segala keputusan yang akan lahir pada G20 mendatang akan sangat menentukan masa depan dunia kedepan. Maka menurut kami Presiden Jokowi sangat layak diganjar Penghargaan Global Citizen Award,” jelasnya. (RO/OL-1)

Baca Juga

Medcom/Kautsar Widya Prabowo

Pemuda Pancasila Nyatakan Dukung Anies Capres 2024

👤Kautsar Widya Prabowo 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 16:06 WIB
Anies menjadi anggota ormas PP secara resmi ditandai dengan penyerahan kartu tanda anggota (KTA). Japto menyebut nomor KTA Anies identik...
MI/SUMARYANTO BRONTO

Kapolri Sebut Sidang Etik Brigjen Hendra Dilaksanakan Pekan Depan

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 15:40 WIB
Kali ini Sigit memastikan bahwa sidang etik Brigjen Hendra tidak lagi mengalami...
MI/Marcel Kelen

Papua Kondusif, Saatnya KPK Jemput Paksa Lukas Enembe

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 15:26 WIB
Menurut Boyamin, demo 'Save Lukas Enembe' yang berlangsung beberapa waktu lalu menunjukkan situasi aman dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya