Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
KRIMINOLOG Universitas Indonesia Kisnu Widagso meminta masyarakat tidak berspekulasi atas kejanggalan tewasnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat (J). Tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo disebut masih melengkapi puzzle-puzzle untuk membuat terang kasus tersebut.
"Idealnya, puzzle-nya ngumpul dahulu baru kemudian bisa dijelaskan. Puzzle belum ngumpul, tapi publik berhak tahu apa yang terjadi. Jadi kita analisa puzzle by puzzle. Kemudian nanti ada yang menganggap kok janggal ya penjelasanya, karena kita menganalisanya puzzle by puzzle," kata Kisnu saat dikonfirmasi, Kamis (28/7).
Menurut dia, kasus terasa janggal karena belum terang. Dia menduga kejanggalan itu bisa terjadi karena adanya kesalahan prosedur dalam mengambil data yang tidak lengkap oleh kepolisian, seperti layaknya sebuah penelitian yang sering kali terjadi.
Baca juga: Kapolri Minta Masyarakat Awasi Pengungkapan Kasus Brigadir J
"Tapi bukan berarti tidak bisa dikoreksi. Contoh, kayaknya polisi salah dalam melakukan autopsi, kan bisa autopsi ulang. Apakah ketika hasil autopsi itu muncul kemudian bisa dijelaskan? Menurut saya belum bisa, karena autopsi itu kan baru satu puzzle. Puzzle lain bagaimana? Jadi, seluruh puzzle lengkap dan bisa disatukan," jelasnya.
Kisnu mengatakan kunci membuat kasus terang adalah keterbukaan informasi. Menurut dia, untuk melengkapi sebuah puzzle itu, informasinya bisa diperoleh dari berbagai sumber salah satunya korban, saksi dan evidence lainnya.
"Lalu digital evidence. Digital evidence apakah CCTV doang? CCTV di luar rumah itu kan hanya menentukan bahwa si A ada di situ. Contoh, saya ada di situ tertangkap CCTV, apakah saya pembunuhnya? Dia hanya menjawab, dapat satu puzzle lagi," ujar Kisnu.
Selain itu, Kisnu menyebut ponsel dari pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini juga diperiksa oleh ahli digital forensik. Terutama mengecek call data record (riwayat panggilan), pertukaran pesan dan lainnya.
Namun, dia menyebut data-data dalam telepon genggam itu belum sepenuhnya bisa memberikan penjelasan terkait peristiwa.
"Ya tentu saja belum, karena data itu hanya menunjukkan telah terjadi komunikasi antara jam sekian sampai jam sekian, kemudian tidak terjadi komunikasi lagi jam sekian," kata dia.
Kisnu mengatakan setiap disiplin ilmu terkait upaya pembuktian terjadinya kejahatan itu pada dasarnya sangat spesifik. Dia mengakui bukan seorang ahli forensik, tapi paling tidak kriminolog bisa menerangkan ketika terjadinya kejahatan maka banyak pihak yang harus dilibatkan.
"Manajemen perkara harus baik. Misal, ada biru-biru itu dari media. Kan orang sakit jantung, biru-biru juga. Orang lebam mayat, kan biru-biru juga. Yang bisa membedakan siapa? Kriminolog tidak bisa. Forensik medis yang membedakan itu," ungkapnya.
Dokter forensik telah mengautopsi ulang Brigadir J di RSUD Sungai Bahar Jambi, Rabu (27/7). Dokter forensik membawa sampel luka yang ditemukan di tubuh Brigadir J ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium patalogi anatomik.
Untuk mendapatkan hasil autopsi itu memakan waktu lumayan lama. Dokter forensik memprediksi bisa memberikan laporan ke penyidik maksimal empat minggu. (OL-1)
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah menyoroti penembakan remaja oleh oknum polisi di Makassar, Sulawesi Selatan. Perlu evaluasi SOP senjata api
WAKIL Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak aparat kepolisian untuk mempercepat respons terhadap laporan masyarakat guna mencegah meluasnya aksi main hakim sendiri.
Boni mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang membentuk posko pengaduan khusus bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini.
Korban berhak mendapatkan perlindungan hukum dan perawatan medis terbaik dari negara.
Kesadaran hukum yang tinggi di tengah masyarakat secara otomatis akan memperkuat kredibilitas Polri dalam menjalankan fungsinya.
KOMISI Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026)
MABES Polri bersama Jurnalis Trunojoyo menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim piatu dan kaum dhuafa di Masjid Al Ikhlas, Joglo, Jakarta Barat, Rabu (11/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved