Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KRIMINOLOG Universitas Indonesia Kisnu Widagso meminta masyarakat tidak berspekulasi atas kejanggalan tewasnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat (J). Tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo disebut masih melengkapi puzzle-puzzle untuk membuat terang kasus tersebut.
"Idealnya, puzzle-nya ngumpul dahulu baru kemudian bisa dijelaskan. Puzzle belum ngumpul, tapi publik berhak tahu apa yang terjadi. Jadi kita analisa puzzle by puzzle. Kemudian nanti ada yang menganggap kok janggal ya penjelasanya, karena kita menganalisanya puzzle by puzzle," kata Kisnu saat dikonfirmasi, Kamis (28/7).
Menurut dia, kasus terasa janggal karena belum terang. Dia menduga kejanggalan itu bisa terjadi karena adanya kesalahan prosedur dalam mengambil data yang tidak lengkap oleh kepolisian, seperti layaknya sebuah penelitian yang sering kali terjadi.
Baca juga: Kapolri Minta Masyarakat Awasi Pengungkapan Kasus Brigadir J
"Tapi bukan berarti tidak bisa dikoreksi. Contoh, kayaknya polisi salah dalam melakukan autopsi, kan bisa autopsi ulang. Apakah ketika hasil autopsi itu muncul kemudian bisa dijelaskan? Menurut saya belum bisa, karena autopsi itu kan baru satu puzzle. Puzzle lain bagaimana? Jadi, seluruh puzzle lengkap dan bisa disatukan," jelasnya.
Kisnu mengatakan kunci membuat kasus terang adalah keterbukaan informasi. Menurut dia, untuk melengkapi sebuah puzzle itu, informasinya bisa diperoleh dari berbagai sumber salah satunya korban, saksi dan evidence lainnya.
"Lalu digital evidence. Digital evidence apakah CCTV doang? CCTV di luar rumah itu kan hanya menentukan bahwa si A ada di situ. Contoh, saya ada di situ tertangkap CCTV, apakah saya pembunuhnya? Dia hanya menjawab, dapat satu puzzle lagi," ujar Kisnu.
Selain itu, Kisnu menyebut ponsel dari pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini juga diperiksa oleh ahli digital forensik. Terutama mengecek call data record (riwayat panggilan), pertukaran pesan dan lainnya.
Namun, dia menyebut data-data dalam telepon genggam itu belum sepenuhnya bisa memberikan penjelasan terkait peristiwa.
"Ya tentu saja belum, karena data itu hanya menunjukkan telah terjadi komunikasi antara jam sekian sampai jam sekian, kemudian tidak terjadi komunikasi lagi jam sekian," kata dia.
Kisnu mengatakan setiap disiplin ilmu terkait upaya pembuktian terjadinya kejahatan itu pada dasarnya sangat spesifik. Dia mengakui bukan seorang ahli forensik, tapi paling tidak kriminolog bisa menerangkan ketika terjadinya kejahatan maka banyak pihak yang harus dilibatkan.
"Manajemen perkara harus baik. Misal, ada biru-biru itu dari media. Kan orang sakit jantung, biru-biru juga. Orang lebam mayat, kan biru-biru juga. Yang bisa membedakan siapa? Kriminolog tidak bisa. Forensik medis yang membedakan itu," ungkapnya.
Dokter forensik telah mengautopsi ulang Brigadir J di RSUD Sungai Bahar Jambi, Rabu (27/7). Dokter forensik membawa sampel luka yang ditemukan di tubuh Brigadir J ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium patalogi anatomik.
Untuk mendapatkan hasil autopsi itu memakan waktu lumayan lama. Dokter forensik memprediksi bisa memberikan laporan ke penyidik maksimal empat minggu. (OL-1)
Warga Gambir, Jakarta Pusat digegerkan penemuan mayat bayi laki-laki di selokan Jalan Batu Tulis. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan dan jasad dibawa ke RSCM.
Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan patroli jalan kaki dan mobile di kawasan Blok M untuk mencegah pencopetan setelah insiden copet viral di media sosial.
SEORANG pria diduga memanggul mayat di RT 012 RW 06 Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Ia terekam oleh kamera pengawas CCTV. Kepolisian langsung melakukan penyelidikan
Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Lahir di Merauke pada 24 Januari 1972, karier Brigjen Pol Yulius Audie Latuheru didominasi oleh bidang reserse.
kasus yang menimpa Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta serta arogansi terhadap penjual es gabus menunjukkan polisi tidak lagi menghayati perannya sebagai pelayan masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Lemahnya fungsi pengawasan dinilai menjadi titik krusial yang menghambat keberhasilan agenda reformasi Polri
Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada jajaran TNI dan Polri dalam rapat pimpinan (rapim) yang digelar di Istana Kepresidenan, Senin (9/2).
SEJUMLAH kementerian dan lembaga negara membahas penguatan moderasi beragama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved