Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIAT Jenderal (Setjen) DPR RI kembali akan menggelar event tahunan yaitu Parlemen Remaja.
Menurut Kepala Biro Protokol dan Humas Setjen DPR RI Suratna, Parlemen Remaja wadah pembelajaran politik bagi generasi muda khususnya pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di seluruh Indonesia.
“Para peserta Parlemen Remaja belajar secara langsung dinamika perpolitikan di tanah air secara komprehensif. Sehingga mereka dengan sendirinya akan menyadari pentingnya berdemokrasi secara benar,” terang Suratna di Gedung DPR RI, Selasa (19/7).
Setelah 2 tahun dilaksanakan secara daring (virtual), sambung Suratna, perhelatan Parlemen Remaja 2022 ini akan dilangsungkan secara tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
“Dengan tatap muka, para peserta dapat lebih merasakan atmosfer sebagai Anggota Dewan sesungguhnya," tutur Suratna.
Baca juga: Kasus Covid-19 Naik, Puan Minta Prokes Sekolah Jadi Perhatian Lebih
Pada tahun ini Parlemen Remaja mengusung tema "Generasi Sadar Privasi, Dataku Tanggung Jawabku". Diusungnya tema tersebut menurut Suratna sudah sesuai dengan fenomena yang sedang marak terjadi.
Pelindungan data pribadi harus dimulai dari diri sendiri agar tidak mudah diakses apalagi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Pada momen ini, calon peserta akan turut mensimulasikan pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP),” tandasnya.
Ditemui di tempat yang berbeda, Kabag Humas Setjen DPR RI Minarni menyampaikan, puncak Parlemen Remaja akan diselenggarakan pada 10-14 Oktober 2022.
Proses pendaftaran peserta akan dimulai pada tanggal 19 Juli - 19 Agustus 2022 di website https://parlemenremaja.dpr.go.id/.
“Setelah proses pendaftaran, Tim Panitia akan menyeleksi Calon Anggota Parlemen Remaja 2022 dan akan diumumkan pada tanggal 30 Agustus 2022,” terang Minarni.
Disampaikan Minarni, Parlemen Remaja selalu menghadirkan animo yang besar dari generasi muda. Tiap tahunnya, tak kurang dari 5.000 pelajar yang mendaftar untuk menjadi Anggota Parlemen Remaja.
“Jejaring alumni Parlemen Remaja juga turut andil dalam mempublikasikan seluas-luasnya kepada calon peserta Parja,” pungkasnya. (RO/OL-09)
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Raja Juli Antoni juga menegaskan bahwa PSI merupakan partai yang terbuka bagi berbagai kalangan, baik muda maupun senior.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi resmi membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) pada Jumat (23/1) pagi waktu setempat.
usulan pembentukan koalisi permanen dalam Rapimnas I Partai Golkar perlu dicermati secara serius agar tidak mengancam fungsi demokrasi di parlemen
Transformasi digital di DPD RI bukan sekadar pengadaan teknologi baru, melainkan perubahan budaya kerja secara menyeluruh.
rancangan undang-undang (RUU) Pemilu berbasis kodifikasi harus dibangun secara paralel dengan pembenahan sistem kepartaian di Indonesia.
Upaya pencegahan bunuh diri pada remaja dinilai perlu dimulai dari penguatan “jaring pengaman” di lingkungan terdekat, terutama sekolah dan keluarga.
Agar aturan gawai dapat berjalan efektif, orangtua perlu menerapkan pola asuh yang masuk akal dan kolaboratif.
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Rangkaian acara Silatnas dirancang komprehensif, mencakup simposium, peluncuran program strategis, hingga kegiatan sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved