Minggu 26 Juni 2022, 21:28 WIB

145 Orang Ikut Seleksi Hakim Ad Hoc HAM Berat Paniai

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
145 Orang Ikut Seleksi Hakim Ad Hoc HAM Berat Paniai

DOK MI.
Gedung Mahkamah Agung.

 

MAHKAMAH Agung (MA) membeberkan ringkasan data pendaftar calon hakim ad hoc yang akan menyidangkan perkara pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat pada Peristiwa Paniai 2014. Sebanyak 145 orang telah membuat akun atau mendaftar jadi calon hakim ad hoc.

"Jumlah pendaftar yang sudah melengkapi syarat administrasi wajib (tidak termasuk SKCK dan surat kesehatan) 32 orang," ungkap Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat MA Sobandi, Minggu (26/6). Latar belakang pendaftar yang sudah melengkapi berkas didominasi oleh advokat sebanyak 19 orang.

Selain itu, lanjutnya, ada akademi 3 orang, ASN 2 orang, TNI 3 orang, karyawan swasta 1 orang, pejabat publik 1 orang, mantan hakim ad hoc Tipikor 2 orang, pensiunan ASN 1 orang. Adapun yang disyaratkan oleh undang-undang hanya soal batasan usia, yakni 45-65 tahun, memiliki latar belakang hukum, serta berpengalaman di bidang hukum minimal 15 tahun.

"Latar belakang hukum menurut UU bukan hanya arjana hukum, tetapi juga sarjana hukum syariah dan ilmu kepolisian," jelas Sobandi. Kendati demikian, MA mengharapkan kandidat yang memiliki keahlian khusus tentang pelanggaran HAM berat atau hukum HAM internasional.

Lebih lanjut, Sobandi juga mengingatkan bahwa hakim ad hoc tidak akan terikat pekerjaan penuh waktu (full time). Soalnya, MA akan menerapkan sistem penugasan datasering.

Baca juga: Bos Indosurya Dibebaskan, Kejagung: Berkas Tersangka Belum Lengkap

Oleh karena itu, ia meminta para calon pendaftar, khususnya para ahli, tidak khawatir. "Artinya, hakim ad hoc tidak akan ditempatkan permanen di pengadilan, tetapi hanya akan dipanggil ketika ditugaskan atau ada perkara," jelasnya.

"Larangan rangkap jabatan juga hanya diharuskan ketika sedang memeriksa/mengadili perkara," tambah Sobandi. Setidaknya, MA membutuhkan enam hakim ad hoc untuk menangani perkara Paniai, baik di pengadilan tingkat pertama, banding, maupun kasasi. (OL-14)

Baca Juga

MI/Susanto

Kejagung: Tersangka Kasus Korupsi Taspen Life Bertambah

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 20:50 WIB
Tersangka berinisial AM, yang merupakan Dirut Prioritas Raditya Multifinance, diduga terlibat dalam kasus korupsi pengelolaan dana...
Antara

Perludem Resmi Jadi Pemantau Pemilu 2024

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 20:40 WIB
Aktivitas pemantauan Perludem akan dilaksanakan terhadap seluruh tahapan Pemilu 2024. Serta, akan disampaikan kepada setiap stakeholder...
Antara

Kapolri Resmi Bubarkan Satgassus

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 20:28 WIB
Dedi menjelaskan penanganan kasus atau perkara akan ditangani satuan kerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya