Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SECARA umum target pembangunan zona integritas yaitu peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi hingga pemerintahan yang bebas dari KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme). Ini penting untuk pelayanan publik.
Itu disampaikan Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Eko Prasetyanto dalam diskusi bertajuk Sosialisasi Penguatan Reformasi Birokrasi dan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Bogor, Jawa Barat, Senin (20/6). Lembaganya berkomitmen turut serta mengupayakan predikat WBK dan WBBM hingga menjadi lembaga dengan zona integritas yang kuat.
"Kita mesti dapat menyatukan mindset dan pemahaman kita terkait zona integritas hingga kita dapat menjadi pemerintahan yang bersih dan dapat melayani masyarakat sebaik-baiknya," ungkap Eko di hadapan hadirin diskusi. Komitmen BSKDN untuk membangun zona integritas, lanjut Eko, juga merupakan upaya kelembagaan dalam mencapai target reformasi birokrasi. "Melalui Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 disebutkan bahwa target reformasi birokrasi yakni akuntabilitas organisasi, pemerintahan yang bebas KKN. Pelaksanaan program reformasi birokrasi pada unit kerja diwujudkan dalam upaya pembangunan zona integritas."
Baca juga: KPK Imbau Mardani Jangan Mainkan Opini atas Kasusnya
Sebab itu ia mengharapkan diskusi yang turut dihadiri oleh seluruh jajaran Kepala Pusat Litbang dalam BSKDN tersebut dapat menjadi ruang yang tepat untuk mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam pembangunan zona integritas. "Saya mengharapkan Bapak dan Ibu dapat menyimak dan aktif berdikskusi dengan narasumber hingga kita mengaplikasikannya dalam penguatan lembaga kita," pungkasnya.
Salah seorang narasumber dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Firmansyah, menyatakan upaya BSKDN untuk membangun zona integritas merupakan hal yang patut diapresiasi. "Keberadaan zona integritas sangat dibutuhkan untuk meningkatkan indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik hingga meningkatkan standar pelayanan nasional," ujarnya. (RO/OL-14)
Mendagri Tito juga mengingatkan agar daerah tidak menghambat investasi kecil dengan pungutan tidak perlu.
Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri terus memperkuat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Persampahan merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan daerah. Permasalahan ini berdampak luas, mulai dari pencemaran lingkungan, kesehatan, hingga aspek sosial dan ekonomi.
ANGGOTA Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan mendukung Kemendagri mengalokasikan anggaran sebesar Rp59,25 triliun untuk pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Sumatra.
Regulasi yang ditetapkan pada 17 Desember 2025 ini bertujuan untuk memperkuat aspek kelembagaan BPBD di seluruh Indonesia dalam menghadapi ancaman bencana yang kian kompleks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved