Sabtu 18 Juni 2022, 18:12 WIB

NasDem Tancap Gas Bangun Koalisi

Putra Ananada | Politik dan Hukum
NasDem Tancap Gas Bangun Koalisi

MI/ADAM DWI
Ketua DPP sekaligus Ketua SC Rakernas Partai NasDem Willy Aditya menjelaskan koalisi akan lebih mudah dengan kejelasan sikap Nasdem.

 

SETELAH mengumumkan 3 nama bakal calon presiden (capres) hasil Rapat Kerja Nasinal (Rakernas), Partai NasDem selanjutnya akan segera melakukan komunikasi politik dengan berbagai partai untuk bisa membangun koalisi.

Ketua DPP sekaligus Ketua Steering Committe (SC) Rakernas Partai NasDem Willy Aditya menjelaskan koalisi akan lebih mudah dengan kejelasan sikap NasDem pada tokoh yang diusung menjadi capres.

"Alasan kami umumkan capres lebih dulu ialah kami sadar betul bahwa magnet utama dalam mebangun koalisi ialah calon presiden," ungkap Willy ketika dihubungi di Jakarta, Sabtu (18/6) pagi.

Willy menjelaskan, pekan depan NasDem akan mengadakan pertemuan dengan partai politik (parpol) lain guna membahas pembentukan koalisi. Pengumuman 3 nama bakal capres yang diumumkan NasDem mendapat respon positif dari parpol lain.

"Ada beberapa telpon yang masuk, kami hari Rabu depan akan bertemu dengan salah satu parpol untuk membahas kelanjutan arah koalisi," ujar Willy.

Willy menegaskan pihaknya terbuka dengan partai manapun untuk membangun komunikasi politik. Termasuk dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI-P) selaku partai asal dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang namanya turut menjadi 1 dari 3 nama bakal capres yang diputuskan oleh NasDem.

"NasDem, tidak memiliki batasan dalam menjalin komunikasi apalagi dalam memajukan negara dan bangsa ini. Kami melihat capres dari aspek kefiguran," ungkapnya.

Willy menjelaskan, alasan kuat dibalik penunjukkan Anies, Ganjar, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dalam busra bakal capres NasDem. Menurut Willy, ketiga nama tersebut dipilih berdasarkan pertimbangan rasionalitas politik yang mengacu pada hasil survei di lapangan.

"Kedua nama itu (Anies dan Ganjar) sangat dominan dan menjadi rasional untuk dilakukan. Sementara kalau Andika perkasa kami tentukan berdaskaran variabel yang lebih kualitatif sebagai komitemen menjaga stabilitas negara bangsa," ungkapnya.

Baca juga: Ganjarist : NasDem Sudah Dengar Suara Publik untuk Pilpres 2024

Terpisah, Ketua DPP PDIP bidang Politik Puan Maharani menegaskan partainya terbuka dengan partai manapun dalam menentukan koalisi. Koalisi tersebut dilakukan atas dasar untuk bekerjasama dalam membangun bangsa dan negara.

"Ya bisa aja kita ini berkoalisi dengan siapa aja. Kalau saya kalimatnya bukan koalisi tapi kerja sama. Bisa aja kita bekerja sama untuk membangun bangsa dan negara ini," kata Puan.

Puan pun lebih memilih untuk menghormati hasil Rakernas NasDem yang menghasilkan 3 nama bakal capres yang salah satu diantaranya berasal dari kader PDIP Ganjar Pranowo. Puan menilai masuknya Ganjar Pranowo dalam bursa capres NasDEm merupakan bentuk mekanisme politik yang berbeda-beda dari setiap parpol.

"Ya menurut saya jadi sah-sah saja. Mekanisme setiap partai politik berbeda-beda," ujar Puan.

Terkait siap capres yang akan didukung oleh PDIP, Puan menjelaskan hal tersebut menunggu keputusan dari Ketua Umum PDIP Megawatai Soekarnoputri. Hal tersebut akan dilakukan melalui kongres yang akan diadakan pada akhir Juni mendatang.

"Di PDIP sesuai dengan Kongres bahwa nanti yang aman menjadi capres adalah merupakan keputusan dari Ketum. Kita berpegang pada hal itu," tutur Puan. (A-2)

Baca Juga

Youtube

Sah, Revisi KUHP Resmi Menjadi UU

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Selasa 06 Desember 2022, 11:18 WIB
Revisi KUHP awalnya bakal disahkan pada 2019 setelah semua fraksi sepakat untuk disahkan pada rapat...
dok.pribadi

Pengamat: KPK Tak Dibenarkan Bertindak Diskriminatif dengan Alasan Apa pun

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 08:54 WIB
KAPASITAS Ketua KPK memberi sambutan saat pembukaan acara, berada di tengah -tengah semua peserta yang hadir, sehingga tidak bisa diartikan...
MI/BAYU ANGGORO

KPK Kembali Mengingatkan Pelaku Korupsi Dana Kebencanaan Terancam Hukuman Mati

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 05 Desember 2022, 22:20 WIB
Penyaluran bantuan bencana yang menggunakan dana negara baik APBD maupun APBN rawan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya