Senin 18 April 2022, 15:25 WIB

Durasi Kampanye Dipersingkat, Capres Bisa Kunjungan 5 Kabupaten Sehari

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Durasi Kampanye Dipersingkat, Capres Bisa Kunjungan 5 Kabupaten Sehari

MI/Adam Dwi
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2022-2027 Hasyim Asy'ari 

 

SEJUMLAH anggota Komisi II DPR RI mengusulkan agar durasi kampanye Pemilu 2024 dipersingkat. Menanggapi hal itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy'ari mengingatkan bahwa Pemilu 2024 kali ini ialah Pemilu serentak.

“Pemilu serentak, dari Presiden, DPR, DPD, DPRD hingga Provinsi, Kabupaten dan Kota. Ada lima jenis pemilu. Kampanye juga lima jenis. Mestinya dalam konteks kampanye harus memperhitungkan kampanye pilpres yang daerah pemilihannya seluruh wilayah Indonesia,” ujar Hasyim di Gedung KPU RI, Jakarta, Senin (18/4).

Ia menjelaskan Provinsi memiliki daerah pemilihan di Kabupaten atau gabungan Kabupaten. Sedangkan DPR RI dapilnya gabungan Kabupaten Kota, DPD dapilnya di Provinsi, dan tentunya Presiden di seluruh wilayah Indonesia.

“Pertanyaannya kira-kira dibutuhkan durasi berapa karena kampanye serentak ini. Apakah harus dipilih pemilihan kampanye ini harus sekian?,” ungkapnya.

Baca juga: Bahas Anggaran Pemilu 2024, KPU Bakal Gelar Konsinyering

Hasyim menerangkan untuk jadi Presiden terpilih, konstitusi menyebut harus menang lebih dari separuh suara sah nasional, atau yang berarti harus lebih dari separuh Provinsi di Indonesia.

“Katakanlah Provinsi kita 34 kalau dibagi dua 17, kalau lebih minimal menangnya di 18 Provinsi. Masing-masing menang minimal 20%. Untuk mencapai itu kampanye 60, 90, 120 hari cukup tidak?” papar Hasyim.

“Wilayah kita 34 Provinsi, Kabupaten-Kota 514. Kalau misal 120 hari masa kampanye, 514 Kabupaten dibagi 120 hari berapa? Nah empat ya. Itu artinya pada hari yang sama setidaknya capres mengunjungi 4 sampai 5 kabupaten dengan durasi setiap hari keliling non-stop,” tambahnya.

Adanya kemungkinan itu membuat KPU akan mematangkan lagi durasi masa kampanye sebelum Pemilu 2024. (P-5)

Baca Juga

Dok MI

Pakar: Perusahaan Batu Bara Bisa Dijerat Pasal Penggelapan dan TPPU Jika Punya Itikad Jahat

👤Mediaindonesia com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 23:55 WIB
Suparji Ahmad mengatakan, semua kebijakan perusahaan harus tunduk pada perjanjian kerja sama dan mendapat persetujuan semua...
Antara

Mahfud Kantongi Motif Ferdy Sambo: Hanya untuk Didengar Orang Dewasa

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 23:04 WIB
"Biar dikonstruksi hukummya karena itu sensitif, mungkin hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa," kata...
Dok. MI

Natalius Pigai Apresiasi Kapolri : Sudah Menjawab Keraguan Publik

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 22:26 WIB
Kapolri Jenderal Lystio Sigit Prabowo menurut Pigai sudah menjawab keraguan publik yang selama ini menuntut Polri mengungkap kasus tewasnya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya