Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
MENUJU Pilpres 2024, berkembang wacana untuk menduetkan Puan Maharani dengan beragam tokoh sebagai pasangan capres dan cawapres. Fenomena ini dilihat Lembaga Kajian Indonesia Maju Institute menilai Puan Maharani menjadi magnet politik bagi figur politik lainnya.
Pengamat politik Indonesia Maju Institute, Andi Purnomo, menyebut Puan memiliki keunggulan dari sisi mesin politik. Dia menyebut Puan merupakan figur politikus dari partai pemenang pemilu sebelumnya.
"Figur lain ingin berduet dengan Puan karena ingin mendapat mesin politik yang tangguh. PDIP yang menjadi pemenang pemilu 2019 membuktikan bahwa mesin politiknya berjalan maksimal. Artinya saat Puan maju Pilpres, mesin politik PDIP akan juga bergerak maksimal menangkan dia," ujar Andi melalui keterangan tertulis, Selasa, (29/3).
Selain itu, kata Andi, tak lepas dari figur Puan sebagai perempuan di tengah kontestasi menuju Pilpres 2024. Di tengah dominasi figur potensial capres dari kalangan lelaki, Puan berasal dari kaum perempuan.
Hal ini menarik dan dapat menjadi potensi bagi seorang figur saat berduet dengan Puan. Sehingga mereka dapat menggarap potensi suara dari kalangan perempuan.
Baca juga: Warga Maluku Jabodetabek Deklarasi Dukung Ganjar-Puan
Hal lain yang tak bisa dilupakan adalah rekam jejak Puan di pentas politik Indonesia.
Puan, menurut Andi, bukan merupakan politikus kemaren sore. Puan telah malang melintang di dunia politik dan telah memegang beragam macam jabatan seperti anggota DPR, menteri, hingga saat ini ketua DPR.
"Jadi figur lain melihat Puan adalah orang yang berpengalaman dan berkwalitas. Sehingga menggandeng Puan tentunya akan baik jika nanti mereka menang. Dimana mengurus dan memimpin negara dibutuhkan orang yang cakap dan berpengalaman," tegasnya.
Sebagaimana diketahui, saat ini di publik ramai wacana untuk menduetkan Puan dengan Anies Baswedan. Puan mengomentarai wacana ini dengan tak ada yang tak mungkin di dunia politik. Politikus PDIP ini juga menyatakan dirinya saat ini punya hubungan baik dan tak ada sikap permusuhan dengan Anies.
Selain itu, beredar juga wacana untuk menduetkan Puan dengan Ganjar Pranowo. Begitu juga wacana untuk menduetkan Puan dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. (RO/OL-09)
PASAL mengenai persyaratan calon Presiden dan calon Wakil Presiden dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu atau UU Pemilu kembali digugat ke MK agar bebas dari nepotisme
UU Pemilu digugat meminta keluarga Presiden dan/atau Wakil Presiden yang sedang menjabat dilarang mencalonkan diri sebagai capres dan cawapres
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Puan Maharani memberikan sinyal positif pertemuan lanjutan dengan Presiden Prabowo Subianto pasca pertemuan Megawati di Istana Merdeka.
KETUA DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa pihaknya saat ini memilih untuk fokus pada urusan kesejahteraan rakyat dan sinergi program pemerintah dibandingkan Pilpres 2029.
Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa keselamatan jemaah haji Indonesia harus menjadi prioritas utama di tengah kondisi geopolitik Timur Tengah yang kian memanas.
Puan memperingatkan pemerintah agar ketegangan di Timur Tengah tidak menjadi alasan pembiaran atas lonjakan biaya transportasi.
KETUA DPR RI Puan Maharani mengaku mendukung Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) soal aturan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Penguatan pengawasan semata tidak akan cukup jika tidak dibarengi dengan kesadaran moral dari para pemangku kepentingan di daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved